Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Akibat Pekerja Tak Dibayar, Pengerjaan Bantuan Rumah Korban Banjir di Situbondo Sempat Terhenti Dua Pekan

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 5 Juli 2025 | 04:51 WIB

 

BANTUAN PEMKAB: Tukang bangunan menggarap bantuan rumah  terdampak banjir di Dusun Tambak Ukir, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, kemarin (4/7).   
BANTUAN PEMKAB: Tukang bangunan menggarap bantuan rumah  terdampak banjir di Dusun Tambak Ukir, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, kemarin (4/7).  

RadarSitubondo.id - Pembangunan bantuan rumah korban banjir bandang yang terjadi lima bulan lalu di Dusun/Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, terpaksa berhenti selama dua pekan.

Keadaan tersebut terjadi diduga akibat tukang tidak dibayar.

Pengakuan tu disampaikan sejumlah warga yang mendapat bantuan dari Pemkab Situbondo, kemarin (4/7).

Informasi yang diterima wartawan Jawa Pos radar Situbondo hari ini, pembangunan rumah untuk korban banjir berangsur dikerjakan oleh pelaksana.

Namun, dalam perjalanannya ada beberapa rintangan. Salah satunya gaji untuk tukang yang tidak tercukupi, sehingga proses pembangunan libur kurang lebih dua pekan.

'Ini baru tiga hari dikerjakan lagi. Tukang yang pertama tidak mau kerja karena bayarannya tidak turun. Saya kan tanya sama tukangnya kenapa kok tidak kerja? Tukangnya jawab kalau dananya tidak turun, sehingga pekerjaan diberhentikan,' ucap salah satu penerima bantuan yang tidak mau namanya dikorankan.

Banyak cerita yang disampaikan oleh tukang yang memilih berhenti bekerja.

Yaitu faktor ekonomi. Sebab jika hanya bekerja tanpa dibayar, begitu pulang ke rumah sering ditanya uang belanja oleh istri.

'Ada tukang yang bilang, dananya tidak turun dari atasan. Daripada tidak dibayar tukangnya mending tidak bekerja. Bilang gitu tukangnya. Itu saya yang tanya,' imbuh perempuan usia 40 tahunan itu.

Dalam menggarap satu rumah, ada tujuh tukang.

Namun, yang lama sudah banyak yang tidak masuk.

Saat ini tinggal tiga pekerja lama, dan sisanya itu merupakan pekerja yang baru.

'Kalau target pembangunan satu rumah hanya lima hari. Kadang ya lebih lima hari. Tidak tahu aturan yang pasti bagaimana, saya kan hanya menerima bantuan saja. dibangun sudah bersyukur,' cetus perempuan berambut pirang itu pada wartawan Radar Situbondo.

Narasumber berinisial OC itu, menegaskan, bahwa proses pembangunan rumah tidak dilakukan serentak. Namun diselesaikan satu persatu.

Pemborong bangunan melakukan pekerjaan dengan cara pindah-pindah tempat.

'Model kerjanya gantian, tidak serentak. Satu selesai, pindah lagi ke satunya. Ini yang saya belum dikerjakan, ya masih menunggu pembangunan rumah sebelah,' papar OC.

Dia berharap, agar pembangunan dilakukan serentak.

Sehingga, masing-masing penerima bantuan bisa sama-sama cepat menempati rumah yang sudah dibangun oleh pemkab.

'Kalau ini sama-sama dikerjakan menurut saya ya lebih enak. Kalau digilir, yang dapat giliran terakhir lebih lama lagi numpang tidur ke tetangga maupun ke rumah saudaranya,' pungkas OC.

PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPP) Abdul Kadir Jaelani, saat dikonfirmasi hanya memberi keterangan singkat.

Bahwa Pemkab tidak menangani pembangunan di Dusun Beringin, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit.

'Pemkab tidak menangani di Dusun Beringin,' cetus Kadir.

Saat koran ini mencoba menelpon untuk memperjelas keterangan, Kadir belum merespon. Ditelepon tidak diangkat. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#bantuan rumah gempa #situbondo hari ini #Pemkab Situbondo