RADARSITUBONDO.ID –Pembangunan Bandara Kiai As’ad Syamsul Arifin (KASA) memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Pembangunan hingga operasional bandara tersebut dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Saat ini saja sedikitnya 200 pekerja lokal sudah terserap.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa sejak awal pembangunan bandara yang berlokasi di wilayah timur Situbondo, tepatnya di Desa Wringin, Kecamatan Asembagus, pemerintah daerah telah berkomitmen untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Langkah ini diambil agar masyarakat Situbondo dapat langsung merasakan manfaat ekonomi dari proyek strategis tersebut.
“Sejak proses persetujuan pembangunan, saya sudah mewajibkan agar tenaga kerjanya berasal dari warga Situbondo seperti kuli dan tukang. Kecuali yang memang tenaga-tenaga profesional yang tidak mungkin dipenuhi di Situbondo. Demikian juga dengan materialnya,” tegas Bupati Rio.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak besar bagi masyarakat, mengingat pengerjaan proyek bandara akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Dengan demikian, para pekerja lokal akan memperoleh penghasilan yang berkelanjutan dan perputaran ekonomi tetap terjadi di Kabupaten Situbondo.
“Memang sebagian tenaga kerjanya bukan pekerja profesional di bidang pertukangan. Namun, ini tetap menjadi kesempatan kerja yang sangat berarti bagi warga,” imbuhnya.
Bupati Rio juga menegaskan bahwa kebijakan pemanfaatan tenaga kerja lokal tersebut diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Situbondo. Dengan diwajibkannya penggunaan pekerja lokal, peluang kerja bagi masyarakat setempat semakin terbuka. “Tujuannya jelas, agar perputaran uang dari investasi pembangunan Bandara KASA yang nilainya hampir Rp 2 triliun bisa berputar di Situbondo,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Rio menjelaskan bahwa keberadaan bandara ini akan membuka akses ekonomi, pariwisata, dan investasi, sekaligus memperkuat posisi strategis Situbondo dalam peta pembangunan nasional. Dampak pembangunan bandara diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. “Bandara ini akan menjadi pintu gerbang pertumbuhan ekonomi baru. Kami optimistis kehadirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Situbondo, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan religius yang menjadi jati diri daerah,” tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen terhadap kepedulian sosial bagi petani dan buruh tani yang terdampak pengosongan lahan pembangunan bandara. Meskipun secara kontrak sewa lahan perkebunan pemerintah tidak diwajibkan memberikan ganti rugi kepada penggarap, Pemkab Situbondo tetap memberikan kompensasi sebagai bentuk keadilan sosial.
“Petani melon dan semangka menerima kompensasi sebesar Rp 100 juta perhektare, petani tebu Rp 25 juta per hektare, serta petani padi dan jagung Rp 10 juta per hektare. Pemberian kompensasi ini merupakan wujud kepedulian negara terhadap masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pembangunan Bandara KASA,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono