RADARSITUBONDO.ID - Sebanyak 36 rumah warga dan 27 los pasar mengalami kerusakan pada bagian atap akibat cuaca ekstrem berupa angin puting beliung disertai hujan deras menerjang wilayah Kecamatan Besuki, Situbondo, Selasa petang (20/1). Peristiwa yang merusak puluhan rumah dan fasilitas umum tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, melalui Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, menyampaikan bahwa angin puting beliung datang secara tiba-tiba disertai hujan lebat. Keadaan ini berdampak pada dua desa, yakni Desa Besuki dan Desa Demung.
“Angin puting beliung disertai hujan deras terjadi sejak pukul 17.00 WIB dan berdampak pada permukiman warga serta fasilitas umum. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerusakan cukup signifikan,” ujar Puriyono, Rabu (21/1).
Dia menambahkan, berdasarkan data sementara, lokasi terdampak di Desa Besuki meliputi Dusun Kauman di beberapa RT dan RW, termasuk wilayah barat. Kerusakan didominasi pada atap rumah akibat genteng berjatuhan serta beberapa rumah yang tertimpa pohon tumbang.
“Sejumlah warga terdampak di Desa Besuki mengalami kerusakan rumah dengan kategori ringan hingga sedang. Taksiran kerugian bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah,” imbuhnya.
Kata Puriono selain rumah warga, angin puting beliung juga mengakibatkan kerusakan di Pasar Lama Besuki. Sedikitnya 27 los pasar mengalami kerusakan pada bagian atap, baik di pintu tengah, los selatan, maupun kawasan Pecinan.
“Hingga saat ini, pihak pengelola pasar masih melakukan pendataan dan penghitungan total kerugian akibat bencana alam tersebut,” jelasnya.
Tak hanya itu, pohon tumbang juga terjadi di empat titik sepanjang Jalan Raya Besuki. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan sebelum akhirnya ditangani oleh petugas gabungan bersama warga setempat.
“Sementara di Desa Demung, tepatnya di Dusun Semiring, sebanyak 21 rumah warga terdampak angin puting beliung. Dari jumlah tersebut, beberapa rumah mengalami kerusakan berat dan dihuni oleh keluarga dengan balita,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, BPBD Kabupaten Situbondo mencatat sebanyak 36 rumah warga terdampak bencana cuaca ekstrem ini, dengan rincian 11 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan.
“Langkah selanjutnya adalah pelaksanaan Jitupasna atau pengkajian kebutuhan pasca bencana, sekaligus penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak jika memang diperlukan,” jelas puriono
BPBD Kabupaten Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo dan sekitarnya dalam beberapa waktu ke depan. “Berdasarkan laporan BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Kami berharap masyarakat Situbondo tetap waspada,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono