Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Santuni 113 Anak Yatim, Palopor Dihadiri Kiai dan Kapolres, H. Ismail: Sedekah Buka Pintu Rezeki

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 22 Januari 2026 | 20:15 WIB
SUKA RIA: Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie (tengah) dan H. Hijir Ismail (tiga dari kanan) foto bersama dengan anak yatim di Markas Palopor, Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan.
SUKA RIA: Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie (tengah) dan H. Hijir Ismail (tiga dari kanan) foto bersama dengan anak yatim di Markas Palopor, Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan.

RADARSITUBONDO.ID - Sebanyak 113 anak yatim piatu mendapatkan santunan di markas Palopor di Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kamis (22/1). Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah kiai dan Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, beserta anggota.

Pemberian santunan ini   membuat ratusan anak yatim bergembira. Sebab, yang memberikan santunan berupa uang bukan hanya dari pimpinan Palopor, namun juga H. Huda salah satu penambang dari Desa Curahsuri, Kecamatan Jatibanteng. Dia juga mengeluarkan uang pribadi untuk berbagi, termasuk Kapolres Situbondo.

Tak pelak, para anak yatim  dari sejumlah daerah itu langsung berwajah sumringah. Mereka mendapatkan tiga amplop berisi uang dan tiga bingkisan yang diberikan dalam satu acara. Bergantian menerima uang yang bisa dibuat belanja sehari-hari.

“Penerima santunan dan bingikisan ada 113 anak yatim, mereka datang dari wilayah barat, wilayah timur juga dari wilayah tengah. Yang ngasi santunan bukan hanya saya, H. Huda, Kapolres Bayu, juga ngasi santunan,” ungkap H. Hijir Ismail, ketua Palopor.

Dikatakan, santunan anak yatim diadakan oleh EKA KARYA JATI, PALOPOR, dan Pokdar Kamtibmas Polres Situbondo. Itu sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Yang pertama diletakkan di wilayah barat Kecamatan Banyuglugur,  ke dua di wilayah Kecamatan Panji, dan ke tiga di Kecamatan Kapongan.

“Selanjutnya kami akan bergerak ke Kecamatan yang belum tersentuh. Mudah-mudahan bukan tiap tahun lagi, tapi acara berbagi dengan anak yatim bisa dilakukan rutin setiap bulan,” ujar H. Ismail.

H Ismail mengaku terpanggil menyantuni anak yatim setelah dirinya membaca Alquran yang menerangkan tentang sedekah. Dalam Alquran dijelaskan bahwa orang yang suka sedekah semua usaha dan hambatannya bakal dipermudah.

SAMBUTAN H ISMAIL: Sebanyak 113 anak yatim piatu mendapatkan santunan di markas Palopor di Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kamis (22/1).
SAMBUTAN H ISMAIL: Sebanyak 113 anak yatim piatu mendapatkan santunan di markas Palopor di Desa Gebangan, Kecamatan Kapongan, Kamis (22/1).

“Saya sudah merasakan betapa besarnya nikmat berbagi kepada anak yatim dan nikmatnya berbagi dengan cara bersedekah. Manfaanya sangat bisa dirasakan. Saya benar-benar sudah merasakan bagaimana nikmatnya berbagi pada anak yatim, rejeki pasti bertambah,” tutur H. Ismail.

Dia mengaku, tujuan bersedekah adalah ingin mendapat syafaat dari baginda Nabi Muhammad SAW. Selain itu sangat ingin melihat kebahagiaan anak yatim saat mendapat bingkisan dan santunan.

“Bersedekah hanya ingin melangkah atas barokah dan mengharap syafaat  nabi Muhammad SAW. Setidaknya bisa membuat yatim piatu tersenyum walau sesaat bahagia dan semuga bila ada rezeki kami terus bisa menyantuninya. amin,” kata H. Ismail.

Kapolres Situbondo, Bayu Anuwar Sidiqie sangat mengapresiasi kegiatan H. Ismail yang sudah berbuat manfaat bagi anak yatim. Bahkan berkat H. Ismail, Polres Situbondo bisa ikut hadir dalam rangka berbagi kepada anak yatim.

“Berkat H. Ismlail, Polres bisa turut bergabung dalam pembagian sembako. Semoga ke depan lebih banyak lagi, anak yatim yang bisa dapat santunan,” kata Kapolres singkat.

Kiai Mas Imron Rasidi mengatakan dalam ceramahnya, orang yang menjadi pengayom bagi anak yatim sangat disayang oleh Rasulullah. Bahkan kedekatannya seperti dua jari tangan  yang merekat.

“Baginda Nabi Muhammad adalah abul yatama (bapak anak yatim). Artinya anak yatim dapat atensi dari Rasulullah. Tak heran jika Rasul bangga disebut bapak anak yatim. Bahkan Nabi pernah Bersabda jika nabi dan pengayom anak yatim dekat seperti dua jari yang berdempetan,” Tutup Mas Imron. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #sedekah #anak yatim