RADARSITUBONDO.ID - Truk bernopol N 8197 RF muatan batu split mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Basuki Rahmat, Kecamatan Panji, Selasa (10/2). Truk yang dikemudi Abdullah, 30, warga Desa/Kecamatan Gending, Probolinggo, diduga kuat mengalami trobel pada dongkrak bak truk hingga oleng dan menabrak dua ruko.
Abdullah mengatakan, truk yang dikemudikannya melaju dari arah barat ke timur untuk mengirim material ke lokasi pembanugunan KASSA. Begitu tiba di lokasi kejadian perkara (TKP) bak truk tiba-tiba naik sendiri hingga mengakibatkan truk oleng.
“Baut pompa bak truk patah saat truk menabrak jalan berlubang. Habis itu truk oleng hingga menabrak dua ruko. Truk juga terangkat ke atas hingga sulit dievakuasi,” ujar Abdullah.
Beruntung pada saat truk menabrak ruko pusat oleh-oleh dan ruko pedagang pancing suasana sedang sepi. Kecelakaan tunggal tersebut hanya merusak struktur atap bagian ruko dan mengakibatkan separo jalan tertutup material.
“Alhamdulillah tidak sampai memakan korban, saat kejadian situasi lagi sepi. Kalau jalan sempat macet karena separo jalan tertutup batu split. saya juga tidak apa-apa,” kata Abdullah.
Sadek, salah satu pengemudi sepeda motor mengatakan, dirinya melihat secara jelas detik-detik bak truk terangkat. Dia langsung menjauh begitu melihat bak truk terangkat. Saat itu truk sudah berjalan oleng. Tidak lama kemudian, truk malah oleng ke kiri dan menabrak ruko.
“Bunyinya saat nabrak nyaring, penjaga ruko teriak semua, termasuk saya juga teriak dari atas sepeda motor. Untung dalam keadaan sepi, jadi tidak ada korban,” papar Sadek yang kebetulan berada di belakang truk.
Ahmadi salah satu saksi mata menerangkan, penyebab truk mengalami kecelakaan diduga kuat akibat kondisi jalan yang banyak berlubang. Akibat terlalu banyak getaran, baut truk patah hingga bak truk terangkat sendiri.
“Saya rasa ini akibat jalan yang rusak sehingga alat truk mengalami kerusakan hingga mengalami kecelakaan. Dulu tepat di lokasi yang sama juga ada pemotor yang tewas diduga karena jalan berlubang, sekarang makan korban lagi,” pungkasnya. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono