RADARSITUBONDO.ID - Riski Aditya, warga Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, mengalami luka di bagian punggung dan siku tangan kanan. Dia jadi korban pembacokan di area Kafe Titik Koma Desa Trigonco Kecamatan Asembagus, Sabtu lalu (7/2). Kini siswa kelas 1 SMA tersebut berharap polisi bertindak tegas.
Riski Aditya sudah lima hari tidak bisa tidur terletang akibat luka sebanyak 30 jahit lan di badannya terasa sakit. Untuk bergerak juga sulit karena saat tubuhnya digerakkan lukanya seperti ditusuk jarum.
“Anak saya sering pusing, mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Biasanya normal 150, sejak kena bacok turun jadi 96. Kasihan saya tidurnya hanya bisa tengkurep sejak kejadian,” ujar Priyanto bapak Riski pada jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, Rabu (11/2).
Dia mengaku jika Riski tidak pernah kenal dengan pelaku yang sudah melukainya. Namun pelaku tiba-tiba mengajak berantem hingga menyebabkan Riksi mengalami luka-luka.
“Luka terbuka pada badan anak saya di punggung dan di siku lengan, di wajahnya juga lebam, lain lagi bekas pukulan yang lain. Anak saya sampe remuk,” Kata Priyanto.
Dikatakan, penganiayaan terhadap putranya diduga kuat diawali dari kesalahpahaman antara Ofi, 17, warga Desa Bantal ,Kecamatan Asembagus, yang masih satu sekolah dengan Riksi. “Ceritanya anak saya (Riski) nyapa mantan pacaranya yang lagi bareng Ofi. Terus si Ofi marah sampai cekcok mulut. Yang membacok anak saya adalah teman Ofi,” tagas Priyanto.
Kata dia, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Mapolres Situbondo. korban sudah divisum. Selanjutnya tinggal menunggu kinerja polisi dalam menangani kasus penganiayaan yang menyebabkan korban terluka.
“Pelaku kan sudah membawa senjata tajam harusnya sudah ditangkap. Mungkin polisi masih memeriksa pelaku, semoga prosesnya tidak lama,” pungkas Priyanto. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono