RADARSITUBONDO.ID - Hiu Tutul Raksasa dan Lumba-Lumba melimpah di pantai Kabupaten Situbondo. Dua Ikan besar tersebut suka mendakat kepada nelayan dan pemancing. Itu sudah dibuktikan langsung oleh sejumlah anggota Community Anglers Situbondo (CAS).
Situbondo memiliki potensi besar untuk menjadikan Lumba-lumba dan Hiu sebagai destinasi wisata yang diminati pengunjung pantai. Sebab keberadaan dua jenis ikan berukuran besar itu bisa menjadi daya tarik wisata yang unik.
“Lumba-lumba di Situbondo bisa dilihat di pinggir laut dengan jarak perjalanan 20 menit dari bibir pantai ke tengah laut. Jadi untuk bisa melihat lumba-lumba butuh jarak lima hingga sepuluh mil ke tengah laut,” ujar salah satu anggota CAS, pada jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, Senin (16/3).
Kata dia, keberadaan Lumba-lumba dan sejumlah Hiu Tutul bisa dijadikan sebagai objek wisata menarik seperti di Lovina, Bali. Bahkan, jika divasilitasi tidak menutup kemungkinan lumba-lumba dari tengah laut bisa bertempat di pinggir laut.
“Kami rasa kalau keberadaan Lumba-lumba dikelola dengan tepat bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi nelayan dan meningkatkan perekonomian lokal. Kan lumba-lumba adalah hewan yang jinak dan cerdas, sehingga bisa dilatih untuk berinteraksi dengan manusia,” kata pamancing antar Profinsi yang enggan namanya dikorankan.
Dikatakan, jika mengaca ke Lovina, Lumba-lumba bisa dijadikan pertunjukan bagi para pengunjung. Tarif untuk melihat lumba-lumba juga lumayan. Satu kali trip dalam satu perahu harus bayar Rp 600 ribu, bagi warga lokal. Untuk wisata dari manca negara harus bayar Rp 1,5 jutaan.
“Di Lovina para nelayan bukan hanya pandai mencari penghasilan dari menangkap ikan, tapi nelayannnya diajak untuk ikut menjaga ekosistem laut dan diajak menjual keindahan alam sehingga menguntungkan bagi kabupaten,” tuturnya.
Berbicara keindahan laut wisata laut di Situbondo, juga ada ikan merahan yang berpusat di Takat Mas, Baluran, Kecamatan Banyuputih. Di area Takat Mas ada Ikan Merahan yang terlihat jelas. Setiap orang yang datang ke lokasi tersebut pasti ingin menombak ikan di bawah air yang jernih.
“Di Takat Mas airnya jernih, pasirnya kelihatan, ikan-ikannya seperti seakan-akan tidak perlu dipancing. Tinggal ditombak saja sudah dapat. Tapi jarang yang mau ke sana. Tapi kalau aksesnya di permudah pasti banyak yang minat masuk ke Takat Mas,” tegasnya. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono