RadarSitubondo.id - Polemik penutupan saluran irigasi tersier oleh Subblok di Blok Pati Saleh, Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kota Situbondo, semakin memanas.
Warga yang menyoalnya meminta oknum Subblok dipidana.
Salah satu warga, H. Haritrianto menegaskan bahwa dirinya akan melaporkan penutupan irigasi tersebut ke beberapa istansi terkait.
Salah satunya kepada Bupati Situbondo, Dinas PUPP Situbondo bahkan akan menempuh jalur hukum.
“Saya akan laporkan kepada bagian PUPP dan bupati sekalian, hal ini (penutuapan irigasi) biar diperhatikan. Habis itu, saya akan melaporkan ke Mapolres Situbondo. Insyaallah saya lakukan besok (hari ini). Pasti saya kawal kasus beginian,” ungkap Hari, pada RadarSitubondo.id, Minggu (5/10).
Kata dia, dugaan penutuapan irigasi secara ilegal bukan persoalan kecil.
Jika dibiarkan akan banyak oknum sublok yang melakukan tindakan tanpa mempertimbangkan dampak yang terjadi.
Seperti kerusakan jalan yang diakibatkan melubernya air dari hulu karena ada penutupan ilegal.
“Saya akan menempuh jalur hukum. Agar ini menjadi perhatian kepada siapa pun yang merusak aset negara. Apalagi menyalahgunakan kekayaan air dengan cara yang salah. Pasti saya laporkan,” tegas Hari.
Pria berkacamata ini menjelaskan, saluran irigasi yang seringkali ditutup itu merupakan tempat pembuangan air dari Bangunan Situbondo Hulu (BSH).
Kebetulan irigasi yang ditutup merupakan saluran dari BSH 2. Sedangkan BSH 2 menampung tiga aliran air yaitu dari BSH, 1, BSH, 3 dan BSH 4.
“Kalau irigasi ditutup secara ilegal, dampak yang terjadi air dari sejumlah BSH akan meluber. Salah satunya di Jalan Raya Kenanga, Kelurahan Patokan. Bahkan dampak penupan irugasi mengganggu acara Car Free Day. Pas acara car free day becek, kasihan kan sama yang jualan,” tegas H. Hari.
Ketua Himpunan Petani Pemaikai Air (HIPPA) Situbondo, H Tuffa mengatakan persoalan tersebut sudah direspon oleh bagian Dinas Pengairan Situbondo.
Bahkan, hari ini bakal dilakukan pemanggilan sejumlah istansi terkait untuk turun ke lokasi penupana air.
“Keluhan dari warga sudah direspon oleh bagian dinas perairan. Besok (hari ini) saya, subblok, dan orang yang mengeluhkan serata petani setempat bakal berkumpul. Kesimpulannya ya masih besok,” kata H. Tuffa.
Ditanya adanya penutupan saluran irigasi tersiser oleh Sublok, dia mengaku biasa saja. Bahkan penutupan tersebut tidak bermasalah bagi HIPPA.
“Saya rasa penutupan itu tidak bermasalah, tidak ditutup juga tidak masalah, tapi kalau bagian saya. Kalau ada keluhan dan dampak lain saya kurang tahu lagi,” tutup H. Tuffa. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono