KENDIT, RadarSitubondo.id – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo mengalokasikan anggaran Rp 350 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) tahun 2023 untuk perbaikan bangunan wisata Kampung Kerapu di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.
Kegiatan tersebut terdiri dari perbaikan tangkis ombak dan pagar wisata yang rusak akibat banjir rob pada tahun 2022 lalu. Setelah diperbaiki, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisata yang datang.
Pantuan wartawan koran ini, beberapa bangunan yang rusak masih terlihat jelas.
Misalnya tangkis beton yang di atasnya dibangun resto dan cafe Kampung Kerapu. Kemudian, sebagian besar pagar sungai hingga bibir pantai rusak berat.
Jika dibiarkan, maka saat terjadi banjir rob lagi, fasilitas wisata serta rumah warga juga bisa rusak. Sebab, tidak ada tembok yang melindungi bangunan di area bibir pantai wisata tersebut.
Kepala Disnakkan Situbondo, Akhmad Djunaidi, melalui Kabid Pemberdayaan Nelayan, Roy Hidayat, menerangkan anggaran sebesar Rp 350 juta itu terbagi dalam dua kegiatan.
Yaitu, untuk kebutuhan perbaikan tangkis ombak dianggarkan sebanyak Rp 200 juta. Sedangkan pembangunan pagar wisata sebesar Rp 150 juta.
“Semua anggaran sudah siap. Bersumber dari anggaran DBH-CHT yang diterima Dinas Pertenakan tahun 2023,” ujarnya, Minggu (12/11).
Pria yang akrab disapa Roy itu mengaku, proses perbaikan bangunan wisata Kampung Kerapu sudah tinggal eksekusi.
Sebab, seluruh tahapan perencaan sampai penetapan pihak rekanan sudah selesai dilaksanakan. Selanjutnya tinggal pelaksanaan proyek yang sudah ditentukan tersebut.
“Saat ini sudah tahap proses penunjukan pemenang tander. Insyallah minggu depan ini sudah SPK (surat perintah kerja) untuk kontruksinya,” jelasnya.
Roy optimistis, pelaksanaan pembangunan tembok dan pagar wisata bisa berjalan cepat.
Bahkan tidak membutuhkan waktu yang lama. Diperkirakan pertengahan Desember 2024 sudah rampung dikerjakan.
“Proses pekerjaan bangunan tangkis dan pagar ditargetkan akan segera selesai pada pertengahan Desember 2023,” kata Roy.
Dikatakan, dengan kegiatan tersebut akhir tahun 2023 beberapa fasilitas wisata Kampung Kerapu akan kembali bagus.
Setidaknya, menjelang pergantian tahun 2023 ke 2024 dapat menjadi spot wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.
“Dampaknya semoga wisatawan Kampung Kerapu bisa lebih nyaman datang, dan pengunjungnya juga banyak,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono