RadarSitubondo.id - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Pertanian Sains dan teknologi (FPST) Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS) bekerjasama dengan dosen Fakultas teknik Universitas Surakarta (UNSA) mengadakan kegiatan pelatihan dan pendampingan.
Kegiatan yang dilakukan selama lima bulan, dari Juli hingga November 2023 di Desa Juglangan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo ini dibiayai pendanaan hibah Kemendikbudristek.
Ketua Tim Pengabdian FPST UNARS, Yasmini menjelaskan kegiatan mengambil tema “PKM Penerapan Teknologi Tepat Guna pada usaha pembuatan tahu di desa Juglangan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo”.
"Topik yang diangkat merupakan upaya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” terangnya, Sabtu (25/11).
Dia menjelaskan, permasalahan dari mitra merupakan permasalahan yang umum terjadi pada UKM pengolahan tahu.
Yaitu, tingginya biaya produksi pada penggunaan bahan bakar tongkol jagung atau kayu bakar pada proses pembuatan tahu dan tahu goreng.
Apalagi jika ketersediaan bahan bakar tersebut mulai berkurang keberadaannya.
“Permasalahan mitra dalam mengelola keuangan usaha juga hanya menghitung biaya pembelian kedelai dan hasil yang didapatkan perhari” tuturnya.
Dalam kegiatan ini, tim PKM menggandeng mitra masyarakat produktif, yaitu Usaha Pengolahan tahu milik Ibu Irmawati.
Kegiatan PKM di Juglangan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo ini dilakukan dosen FPST UNARS dari Prodi Agribisnis yaitu Yasmini Suryaningsih dan Gema I.A. Yekti dan dari FT UNSA yaitu Eko Surjadi.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan 4 mahasiswa FPST Prodi Agribisnis yaitu Sinta, Kibi, Devi dan Badrul.
Dalam kegiatan ini, tim PKM mengimplementasikan penerapan teknologi tepat guna berupa sebuah alat bernama Gasifier.
“Gasifier adalah reaktor atau tungku gas yang menggunakan teknologi gasifikasi dalam menghasilkan gas dengan menggunakan sekam dalam jumlah sedikit saja untuk memancing terbentuknya gas, nah gas inilah yang nantinya dibakar menghasilkan api untuk memanaskan steamer dan wajan penggorengan” Tutur Eko menjelaskan prinsip kerja gasifier.
Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pelatihan manajemen keuangan sederhana yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2023 di halaman rumah mitra yang dihadiri oleh 19 orang yang merupakan pemilik usaha dan karyawannya dari dua usaha pengolahan Tahu.
Gema Iftitah menjelaskan bahwa keberadaan UKM tahu atau usaha pengolahan tahu bukan hanya menjadi pendapatan utama masyarakat, namun juga mampu menopang perekonomian masyarakat sekitarnya, karena rata-rata akan memberdayakan ibu rumah tangga yang ada di sekitarnya.
Namun, sejauh ini pengelolaan UKM tahu masih cenderung tradisional, termasuk dalam pengelolaan keuangan.
Pelatihan penggunaan gasifier dan alat bantu produksi lainnya yang dihibahkan merupakan kelanjutan dari kegiatan pelatihan manajemen keuangan, yang dilaksanakan tanggal 08 oktober 2023.
Pelatihan ini hanya dihadiri oleh mitra beserta karyawannya.
Selain gasifier, tim juga menyerahkan alat bantu produksi lainnya yaitu steamer yang menghasilkan uap air untuk memasak bubur kedelai, tahang tahu yang merupakan wadah tempat memasak bubur kedelai dan burner atau kompor untuk memanaskan steamer dan untuk menggoreng tahu.
Eko menjelaskan bahwa gasifier dihubungkan dengan burner dengan sebuah pipa yang juga merupakan tempat mengalirnya gas yang dihasilkan dan kemudian dibakar di burner.
Sedangkan steamer dan tahang tahu juga dihubungkan dengan pipa yang merupakan tempat mengalirnya uap air untuk memasak bubur kedelai.
Rangkaian pelatihan ini ditutup dengan serah terima gasifier dan alat bantu produksi lainnya, yang dilaksanakan tanggal 11 November 2023. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua LP2M UNARS, Puryantoro, SP., MP.
“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah bentuk kontribusi nyata FPST UNARS khususnya prodi agribisnis kepada masyarakat sekaligus menjembatani hasil-hasil penelitian di kampus dan aplikasinya di masyarakat” jelas Puryantoro saat serah terima alat
“Terima kasih kepada UNARS dan UNSA atas pengetahuan dan alat ang diberikan, semoga kedepannya banyak usaha pengolahan tahu yang lain turut terbantu dengan adanya alat ini, paling tidak mengadaptasi alat ini di usahanya” lanjut Bu Irmawati. (adv)
Editor : Edy Supriyono