RadarSitubondo.id – Kreativitas sejumlah pelajar SMAN 1 Situbondo patut diacungi jempol.
Mereka mampu mengubah limbah plastik menjadi karya seni.
Berkat keterampilannya itu, mereka dijuluki sebagai Pahlawan Sampah.
Siswa SMAN 1 Situbondo yang sudah mendapatkan gelar Pahlawan Sampah itu adalah Andra Muhammad Akbar, Lazuardo Briliant Junaidi, Ardhya Nisa Afifah, Airlangga Arya Wijaya dan Jechika Nuri Cantika siswa kelas XI, serta Sheva Cahya Mentari kelas XII.
Mereka rutin membuat karya seni dari sampah plastik. Hingga saat ini karya yang sudah dihasilkan jumlahnya mencapai puluhan.
Karya tersebut di panjang di beberapa titik gedung SMAN 1 Situbondo.
Salah satu pelajar SMASA, Andra Muhammad Akbar mengatakan, beberapa karya seni dari limbah sampah yang mereka hasilkan sudah diikutkan dalam berbagai lomba.
Salah satunya lomba Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMO) SEPD Waste Hero Award tahun 2023 secara online.
“Awalnya tidak menduga bisa menjadi juara. Karena kami hanya mengirimkan beberapa karya seni yang sudah kami buat,” ujarnya, Kamis (7/12).
Kata Andra, semula dirinya hanya ingin menunjukkan bahwa karya seni tersebut mampu memiliki nilai jual menarik.
“Kami mengetahui ada lomba tersebut ya langsung ikut. Siapa tahu bisa menang. Meskipun pesertanya dari berbagai negara,” jelasnya.
Dikatakan, hasil karya tersebut menjadi juara kedua dalam lomba se-ASEAN.
Bahkan, tidak hanya dinobatkan sebagai juara, namun juga sebagai pahlawan sampah.
“Kalau kelebihan dari karya kami itu unik dalam segi objek karya seni yang disusun sedemikian rupa. Sedangkan yang lain lebih mengutamakan fungsi dari hasil daur ulang sampah,”jelasnya.
Selain itu, Andra mengatakan, tidak mudah untuk mendaur ulang sampah agar menjadi karya seni.
Sebab, membutuhkan komitmen dan ketelatenan agar bisa mengahsilkan karya yang menarik.
“Intinya kita itu kalau capat tidak punya ide, tidak bisa dipaksa. Alternatifnya jalan-jalan sambil cari ide, baru setelah itu dibuat lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Andra mengatakan, keinginanya untuk mendaur ulang sampah itu muncul karena kekahwatirannya terkait kondisi sampah di Situbondo.
Sebab, jika dibiarkan, sampah ini akan menjadi masalah untuk lingkungan.
“Sampah ini masalah yang sangat komplek. Tapi kalo kita kelola sedemikian rupa akan mampu mengurai masalah yang ada,” pungkasnya. (pri)
Editor : Edy Supriyono