RadarSitubondo.id - Pemkab Situbondo tiga tahun berturut-turut mampu mempertahankan penghargaan sebagai Kabupaten terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA).
Bupati Situbondo drs Karna Suswandi mengaku, ada 220 inovasi Pemkab Situbondo yang disodorkan ke Kemendagri sehingga bisa meraih penghargaan bergengsi tersebut.
"Inovasi yang kami lakukan dalam rangka mencari solusi dalam setiap permasalahan yang kita hadapi terkait dengan peningkatan pelayanan," bebernya.
Karna Suswandi menyebutkan, salah satu inovasi yang disodorkan ke Kemendagri adalah sistem pelayanan masyarakat desa Situbondo (Plasa) yang memudahkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan cukup di desa saja.
"Semua administrasi kependudukan, bisa diurus di desa, tanpa harus ke kota. Masyarakat akan lebih mudah dan tentu ekonomis untuk mengurus kebutuhan mereka yang berkaitan dengan adminduk," ungkap Bupati Karna Suswandi.
Selain inovasi Plasa. Inovasi non-digital yang juga diapresiasi Kemendagri yakni padi BK 01 dan 02 agritan yang telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) layak edar dari Menteri Pertanian.
Padi BK 1 dan 2 agritan memiliki potensi produksi dalam satu hektar mencapai 9-10 ton.
Sedangkan padi pada umumnya hanya 5 sampai 6 ton.
Umur padi genjah atau lebih singkat dibandingkan padi pada umumnya dan tahan hama penyakit.
"Benih padi BK 1 dan 2 agritan ini merupakan inovasi kami yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ikut menjaga kedaulatan pangan yang dicanangkan pemerintah," bebernya.
Kata Bupati Karna Suwandi, semua inovasi yang dilakukan pemerintah daerah adalah untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, yakni pelayanan yang efektif dan efisien.
Sehingga masyarakat sebagai penerima layanan, bisa puas dengan kerja pemerintah.
"Inovasi merupakan solusi untuk mengatasi persoalan yang ada di daerah. Setiap daerah pasti punya permasalahan. Untuk menyelesaikan permasalahan ini harus menggunakan inovasi yang efektif dan efisien dalam penyelesaiannya," bebernya. (wan/pri/adv)
Editor : Edy Supriyono