Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Balapan Lari Jelang Sahur Jadi Hiburan di Curah Tatal Situbondo, Tapi Warga Soroti Jadi Ajang Taruhan

Moh Humaidi Hidayatullah • Sabtu, 23 Maret 2024 | 19:05 WIB
BALAP LARI: Ratusan pemuda menonton balapan lari di jalan Desa Jati Sari, Kecamatan Arjasa, Jumat (22/3) dini hari.
BALAP LARI: Ratusan pemuda menonton balapan lari di jalan Desa Jati Sari, Kecamatan Arjasa, Jumat (22/3) dini hari.

RadarSitubondo.id – Lomba lari di Jalan Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, Situbondo, menjadi sorotan sejumlah pihak.

Sebab, acara yang berlangsung menjelang makan sahur tersebut diduga menjadi ajang taruhan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Situbondo, ada ratusan remaja yang ikut menyaksikan balap lari tersebut.

Mereka datang dari sejumlah desa. Bahkan ada yang dari daerah Bondowoso, ada juga yang dari Mangaran dan Panji.

“Yang datang dari beberapa desa, ada yang dari Panji, Mangaran, juga ada. Kalau dari Cermee, Bondowoso, ya tambah banyak,” kata salah satu pedagang yang lewat di lokasi tersebut.

Kata pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, lomba lari tersebut bukan hanya sekedar hiburan saja.

Sebab, di dalamnya ada ajang taruhan. Taruhannya juga lumayan besar, satu orang bisa bertaruh hingga Rp. 1 juta.

“Tidak tahu kok berani besar-besar pasang taruhan. Mungkin karena terhibur saja dan memang biasa main taruhan uang. Itu, yang menang banyak dari daerah Panji, mungkin bagian atlet semua itu,” katanya.

Pria yang merasa terganggu dengan aktivitas tersebut mengaku miris. Sebab, setiap pelari tidak menggunakan sepatu dan berlari di atas aspal.

“Kalau sampai jatuh habis mukanya pelari. Saya yakin kaki pelari bakal mengalami luka-luka, itu bahaya sekali,” pungkasnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut bisa difasilitasi dengan baik dari pada berlangsung tanpa pengawasan.

“Semoga saja ada tindakan dari pihak berwajib, mungkin kepala desa atau polisi yang membubarkan. Itu pasti ada lagi, tidak mungkin satu kali saja,” tutupnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #arjasa #ramadhan #sahur #Taruhan #lomba #balapan lari