RadarSitubondo.id – Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto mengaku telah mengantongi sejumlah nama yang diduga menjadi pelaku praktik calo tiket di Pelabuhan Jangkar.
Selanjutnya, polisi akan mendalami persoalan tersebut lantaran banyak dikeluhkan masyarakat.
AKBP Dwi mengatakan, terungkapnya nama-nama tersebut berkat laporan anggota polisi yang sudah melakukan pemantauan di lapangan beberapa hari terakhir.
“Kita akan lihat seperti apa, dan sudah saya perintahkan ke anggota saya (mengungkap kasus calo tiket) dan kita juga mengantongi beberapa nama,” ujarnya, Senin (8/4) kemarin.
Kapolres menambahkan, dirinya tidak pandang bulu untuk mengungkap pelaku. Siapapun yang terlibat praktik percaloan tiket, dipastikan akan ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Simpel saja sebenarnya (penyedia tiket) kerjanya yang benar,” tegasnya.
Kapolres menceritakan, kasus percaloan tiket kapal di Pelabuhan Jangkar tujuan Kepulauan Madura dikeluhkan oleh para pemudik. Mereka kesulitan mendapat tiket lantaran kuota tiket selalu habis.
“Saya akan lihat, apakah memang suara-suara itu terkait pembelian tiket (oleh penumpang) secara online (kuotanya) tidak ada. kemudian, (ketika memesan) offline justru ada,” jelasnya.
Kata Kapolres, kasus tersebut akhirnya membuat para penumpang kapal kebingungan. Parahnya, pemudik yang akan naik kapal itu identitas dirinya dimanipulasi.
Ini disebabkan pelaku calo tiket yang memanfaatkan antusias penumpang kapal pada momen mudik lebaran.
“Mereka naik ke kapal tidak by name by NIK sesuai dengan KTP masing-masing. Nah ini kan menjadikan sesuatu permasalahan yang terus berulang. Ya nanti kita akan dalami itu,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, salah seorang petugas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASD) Pelabuhan Jangkar tiba-tiba dipindahtugaskan ke Ketapang Banyuwangi, Kamis (4/4).
Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun diduga karena terlibat kasus calo tiket kapal. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin