Setidaknya itu bisa dilihat dari jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang diamankan petugas selama bulan Ramadan tahun ini.
Pria yang akrab disapa Sopan itu mengungkapkan tahun 2023 lalu, petugas hampir rutin mengamankan PSK selama Ramadan.
Namun, tahun ini hanya tiga orang dan satu pemilik warung yang diangkut ke kantor Pol-PP Situbondo.
"Jadi, pada saat operasi total selama Ramadan tahun ini, hanya ada tiga orang PSK bersama pria hidung belang dan satu orang penyedia warung yang diamankan anggota kami," ujarnya, Rabu (17/4) kemarin kepada wartawan Koran ini melalui panggilan Whatsapp.
Sopan memastikan akan terus melaksanakan operasi secara rutin. Sasarannya adalah sejumlah tempat yang dijadikan aktivitas prostitusi di Kota Santri.
"Setiap pagi, siang hingga malam hari kami akan rutin menggelar operasi. Saat ini pun petugas kami sudah turun kembali untuk patroli," jelasnya.
Dikatakan, operasi tersebut sengaja digelar secara masif untuk menekan aktivitas prostitusi di Situbondo. Bahkan, bagi pelaku yang tertangkap akan diproses sesuai dengan aturan berlaku.
"Yang jelas ketika ada pelaku nekat melakukan aksinya, akan kami kirim mereka ke tempat rehabilitasi melalui Dinas Sosial," cetusnya.
Sopan mengaku, saat ini sudah ada pekerja seks komersial (PSK) yang menjalani rehabilitasi di Kediri serta beberapa tempat rehabilitasi lainnya.
Mereka dilatih keterampilan agar bisa memiliki usaha yang mampu menghasilkan pendapatan sendiri.
"Upaya ini ampuh untuk menekan aktivitas prostitusi di Situbondo," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Situbondo, Ir. Timbul Surjanto saat beberapa kali dikonfirmasi melalui panggilan whatsapp pukul 15.43 WIB tidak menanggapi meskipun notifikasi panggilan berdering atau aktif. (wan/pri)
Editor : Salis Ali Muhyidin