Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

LDII Gandeng Persinas ASAD Kumpulkan Pesilat Cilik

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 5 Agustus 2024 | 04:11 WIB

RadarSitubondo.id - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan pengurus Persinas ASAD Situbondo menandatangani nota kesepahaman (MOU) bidang mental spritual pesilat, kemarin (4/8).

Kerja sama dilakukan sebagai wujud kepedulian LDII terhadap budaya leluhur.

Acara berlangsung di halaman masjid Nurul Haq, Jalan Angrek, Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kota Situbondo yang juga merupakan Padepokan Persinas Asad.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Rachmad.

Ketua Persenas ASAD di Situbondo, Ahmad Rosyidi mengatakan, Persinas ASAD murni berada di bawah naungan LDII.

Para pendekar cilik yang sudah bergabung, rata-rata merupakan putra-putri dari keluarga besar LDII Situbondo.

“Kalau untuk pendekar cabe rawit (pendekar cilik) yang baru ada 55 anak. kalau yang remaja sudah ratusan,” ungkap Rosyidi.

Kata dia, Persinas ASAD bukan organisasi silat baru.

Namun sudah berdiri sejak tahun 1993 dan masih eksis hingga saat ini.

Bahkan perguruan silat tersebut sudah diakui oleh IPSI Situbondo.

“Semoga saja dengan penandatangan MOU ini bisa menambah semangat bagi para pesilat, ke depan bisa meraih prestasi dalam ajang perlombaan silat,” ujarnya.

Ketua LDII Situbondo, Ir. Arief Fadjar, menegaskan kerja sama yang dibangun LDII dengan Persinas ASAD merupakan program prioroitas LDII.

Dengan MOU, LDII bisa membangun karakter profesional religius.

“Dalam silat itu banyak nilai-nilai luhur yang harus dijaga. Baik dari segi mental, kebugaran tubuh dan kesehatan jiwa,” tegas Arief.

Dikatakan, silat bagi LDII bukan hanya sekedar olahraga atau bela diri, tetapi juga bisa menjadi wadah pembinaan karekter bangsa.

“LDII mengadakan MoU dengan Persinas ASAD sepaya orang LDII secara mental maupun fisik sudah terlatih. Dengan demikian, dari sisi Ldii insan ldii bisa memiliki kesehatan fisik dan jiwa. LDII ini punya jargon profesional relijius,” tuturnya.

Arief menegaskan, even berkumpulnya para pesilat diagendakan setiap tahun.

Namun, kali ini baru menghadirkan acara baru, yaitu ngumpul bareng bersama pendekar cilik calon pendekar masa depan.

“Even ini sering dilakukan setiap tahun dan akan berkelanjutan, sebelumnya di Kapongan. Khusus yang di Kota melatih pendekar cilik,” katanya.

Arief menambahkan, saat ini untuk mencari orang cerdas, pintar sudah melimpah.

Namun banyak dari mereka yang tidak berguna bahkan menjadi sampah di tengah masyarakat.

Itu terjadi akibat mereka tidak memiliki dasar budi luhur.

“Kalau hanya cerdas, pintar tapi jika tidak didasari nilai  budi luhur percuma. Jangan sampai orang LDII jadi sampah masyarakat, itu yang kami jaga,” cetusnya.

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Situbondo, Rachmad mengatakan, acara yang digelar LDII cukup luar biasa.

Sebab sejak dirinya menjabat menjadi ketua IPSI baru kali ini menjumpai acara Persinas ASAD yang merangkul anak usia dini.

“Saya berharap, perguruan Persinas ASAD ini jadi contoh dari pesilat lain, karena organisasi silat inilah yang belum pernah terdengar ribut baik antar sahabat maupun dengan pesilat lain. Kalau yang lain tau sendiri sudah banyak,” pungkas Rachmad. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #asad #pesilat #ldii