Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Hendak Lamar Kerja, Ribuan Siswa Baru Lulus Ajukan Pembuatan Kartu Kuning ke Disnaker Situbondo

Iwan Feriyanto • Senin, 5 Agustus 2024 | 22:02 WIB
ILUSTRASI: Para pencari kerja di acara job fair di Gedung GOR Baluran Situbondo, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, belum lama ini.
ILUSTRASI: Para pencari kerja di acara job fair di Gedung GOR Baluran Situbondo, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota, belum lama ini.

RadarSitubondo.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Situbondo mencatat ada ribuan orang pencari kerja yang mencetak kartu kuning (AK1) untuk syarat melamar kerja hingga akhir Juli 2024.

Banyaknya permintaan kartu tersebut menunjukkan minat untuk bekerja tinggi.

Data yang diterima Koran ini, jumlah penduduk yang bekerja di Kabupaten Situbondo pada tahun 2022 sebanyak 393 ribu lebih.

Kemudian pada tahun 2023, bertambah menjadi  410 ribu lebih atau naik sebanyak 18 ribu lebih.

Kepala Disnaker Situbondo, Kholil mengatakan, permintaan kartu kuning didominasi oleh siswa yang baru lulus sekolah menengah atas. Totalnya mencapai 1.607 orang.

"Data terbaru, untuk permintaan kartu kuning terbanyak dari kalangan fresh graduate yang baru lulus sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Jumlahnya ada 1.607 orang," ujarnya, Jumat (2/8).

Kholil menyampaikan, permintaan kartu kuning digunakan sebagai syarat untuk melamar kerja. Baik yang diajukan untuk penerimaan pegawai pemerintah dan perusahaan.

"Kartu kuning ini digunakan untuk syarat melamar kerja di pemerintahan atau perusahaan. Untuk kebutuhan itu sama-sama harus mencantumkan kartu kuning," jelasnya.

Selain itu, Kholil menyampaikan, pemerintah berupaya untuk memfasilitasi masyarakat yang mencari kerja. Ini dilakukan untuk mengurai kasus pengangguran.

"Seperti kegiatan job fair yang rutin digelar pemerintah setiap tahun. Upaya ini untuk menjembatani para pencari kerja dengan perusahaan," ucap Kholil.

Kata Kholil, melalui kegiatan job fair peluang diterima kerja sangat besar. Sebab, mereka yang mencari kerja bisa langsung bertemu dengan pihak perusahaan. Ketimbang harus datang sendiri ke perusahaan.

"Kasus yang sering kali terjadi ketika para pencari kerja itu melamar di perusahaan peluangnya kecil. Karena berkas lamaran yang diajukan hanya sampai di pos satpam. Kadangkala satpamnya lupa mau menyerahkan ke pihak perusahaan," pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #disnaker #pencari kerja #job fair #siswa baru lulus #perusahaan #melamar kerja #kartu kuning #lowongan #Dinas Ketenagakerjaan