RadarSitubondo.id - Wakil Bupati Situbondo, Nyai. Hj. Khoirani bersama Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Ir. Timbul Soerjanto menyerahkan kaki palsu kepada pedagang kopi di Dusun Krajan, Desa Olean, Kecamatan Kota, Jumat (9/8) kemarin.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memudahkan penerima manfaat untuk kembali beraktivitas secara normal.
Perempuan yang akrab disapa Nyai Khoi itu mengatakan, bantuan kaki palsu untuk warga disabilitas menjadi agenda rutin pemerintah kabupaten Situbondo.
Ini dilakukan untuk menjamin kehidupan yang sama dengan masyarakat umum lainnya. Sehingga, mereka dapat melakukan aktivitasnya secara normal.
"Yang tadinya sulit untuk jalan karena pakai tongkat satu mudah-mudahan setelah memakai kaki palsu bisa berjalan normal," ujarnya.
Dikatakan, penyaluran bantuan kaki palsu diserahkan secara bertahap untuk warga yang membutuhkan.
Sebab, stok yang dimiliki pemerintah daerah terbatas. Sedangkan permohonan yang diajukan kepada pemerintah cukup banyak.
"Bantuan mulai dulu sudah dilaksanakan. Misalnya di Besuki itu sudah dilaksanakan sejak saya bersama bapak bupati Karna Suswandi memimpin Situbondo. Namun, penyalurannya bertahap, menyesuaikan permohonan dari masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Situbondo, Ir. Timbul Soerjanto mengatakan, penyaluran alat bantuan kaki palsu merata. Dari wilayah barat hingga wilayah timur Situbondo.
"Pada bulan ini sudah ada 35 orang yang penerima bantuan kaki dan tangan palsu. Lalu bulan sebelumnya juga sudah dilaksanakan pemberian bantuan yang sama kepada warga disabilitas," jelasnya.
Timbul menyampaikan, selain menyerahkan kaki palsu dirinya juga menyalurkan bantuan tangan palsu serta kursi roda kepada masyarakat.
"Penyaluran bantuan ini bentuk implementasi visi misi Bupati Situbondo berjaya, salah satunya yakni adil untuk masyarakat," kata mantan Camat Kendit itu.
Dikatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membuat warga disabilitas merasakan pembangunan di Kota Santri yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah. Sehingga mereka juga dapat merasakan manfaatnya.
"Yang disabilitas kami upaya untuk bisa mendapat fasilitas agar bisa beraktivitas dengan normal. Dengan begitu mereka merasakan pembangunan yang sudah dilaksanakan bupati," tandasnya.
Sementara itu, pedagang kopi, Sriyati mengaku terbantu dengan bantuan kaki palsu.
Sebab, selama ini cukup kesulitan untuk aktif bergerak.
"Alhamdulillah, semoga ini bisa lebih memudahkan saya. Dapat membantu aktivitas saya," ucapnya.
Sriyati menyatakan, dirinya sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah. Pasalnya, nasibnya yang kurang beruntung itu mendapat perhatian.
"Kaki palsunya sudah saya pakai. Tadi juga sudah dicoba untuk jalan, Alhamdulillah nyaman digunakan," pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Edy Supriyono