Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dibangun Tahun 1928, Begini Kondisi Sumur Bor Peninggalan Belanda di Desa Buduan Situbondo

Iwan Feriyanto • Minggu, 18 Agustus 2024 | 17:15 WIB
ANTRE: Juhari telaten mengisi air ke dalam jerigen dan galon milik warga di lingkungan RT.03 RW.04 Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kamis (15/8).
ANTRE: Juhari telaten mengisi air ke dalam jerigen dan galon milik warga di lingkungan RT.03 RW.04 Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Kamis (15/8).

RadarSitubondo.id – Di lingkungan RT03/ RW04 Desa Buduan, Kecamatan Suboh, Situbondo, Jawa Timur, ada sumur bor tua. Disebut-sebut peninggalan Zaman Belanda.

Banyak warga yang datang mengambil air untuk dikonsumsi. Bahkan sampai harus  antre.  Banyak yang percaya, air dari sumur tersebut banyak memiliki kasiat. Khususnya untuk kesehatan.

Keyakinan masyarakat  bahwa air sumur bor tersebut memiliki khasiat, sudah melekat turun menurun. Sehingga jangan heran jika lokasinya selalu dipadati pengunjung.

“Antrean warga mengisi air jasi pemandangan sehari-hari. Tempat ini selalu ramai,” ujar penjaga sumur bor, Juhari, Kamis (15/8).

Dia menyampaikan, warga yang antre air bukan hanya penduduk sekitar. Mereka ada yang datang dari luar desa.

Sengaja datang lantaran air yang dikonsumsi diyakini memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

“Warga dari Kecamatan lain juga mengambil air di sumur bor sini. Mereka tidak mempersoalkan jika harus menunggu lama karena memang banyak warga yang antre,” kata pria yang juga menjabat ketua RT di Desa tersebut.

Dikatakan, meski rutin diambil setiap hari oleh masyarakat, namun sumber mata airnya tidak pernah habis. Kualitas  airnya pun jernih.  Tidak berubah dari pertama kali sumur itu dibangun sampai saat ini.

“Saya hanya meneruskan leluhur saya menjaga sumur ini. Dari cerita leluhur, sumur ini dibangun Belanda pada tahun 1928,” cetusnya.

Dengan menjaga sumur bor yang ramai pengunjungnya itu, Juhari mengaku ketiban untung.

Pasalnya, warga yang malas untuk antre lama meminta dibantu mengisi galon yang dibawa. Jika sudah terisi penuh, pemilik akan memberikan uang jasa.

“Ini kan banyak jeriken dan galon yang dititipkan. Nanti pemiliknya akan datang mengambil dan biasanya memberi upah jasa seikhlasnya,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #SUMBER #sumur bor #belanda #khasiat #air #kesehatan #antre