Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mengunjungi Dusun Gigir di Dalam Hutan Baluran; Dihuni Pencari Kemiri, Ada yang Menetap Bertahun-Tahun

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 3 September 2024 | 17:37 WIB
GUBUK DALAM HUTAN: Salah satu warga menjemur kemiri di Dusun Gigir, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis lalu (30/8).
GUBUK DALAM HUTAN: Salah satu warga menjemur kemiri di Dusun Gigir, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Kamis lalu (30/8).

RadarSitubondo.id – Belasan gubuk berdiri tegak di tengah hutan Taman Nasional (TN) Baluran, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur.

Konon, tempat singgah tersebut dihuni oleh para pemasok kemiri di tengah hutan. Bahkan, ada salah satu warga yang sudah menetap di dalam hutan selama tujuh tahun.

Lokasi tersebut diberi nama Dusun Gigir, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Jarak lokasi dari jalur pantura kurang lebih 15 kilometer. Untuk tiba ke lokasi butuh waktu sekitar dua jam.

Menempuh jalan menuju Dusun Gigir butuh kesabaran. Ini mengingat jalan yang cukup ekstrem, penuh batu dan berdebu.

Untuk kendaraan yang bisa masuk ke lokasi hanya sepeda motor, untuk mobil dipastikan tidak bisa.

Penghuni gubuk tersebut merupakan warga desa setempat yang memilih pekerjaan sebagai tukang cari kemiri.

Selain itu juga memburu madu hutan dan menanam kopi di tengah hutan. Namun, untuk kopi belum bisa panen.

“Gubuk sudah berdiri tujuh tahun, di belakang gubuk banyak pohon Kemiri hasil tanaman warga yang sudah bisa dipanen. Umur tempat sudah tujuh tahun,” ucap Rebus, salah satu pengunjung, Senin (2/9).

Kata pria 50 asal Desa Juglangan, Kecamatan Panji, kedatangannya ke Dusun Gigir, hanya ingin melihat kehidupan orang-orang di dalam hutan. Ternyata, kondisi di dalam hutan cukup indah dan bisa dijadikan tempat untuk berwisata.

“Kata sejumlah warga, yang menempati gubuk ada yang menetap ada juga yang tinggal sementara. Kalau yang pulang-pergi paling lama bermalam hanya sepuluh hari,” kata Rebus.

Dusun Gigir bakal ramai ketika musim panen kemiri. Kebetulan panen raya buah Kemiri pada bulan mendatang.

Namun, saat ini sudah ada sebagian yang mengumpulkan kemiri di halaman gubuk.

“Harga biji kemiri tanpa batok Rp 28 ribu perkilogram. Untuk kemiri yang masih utuh, Rp. 200 perbutir,” tutup Rebus. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #pencari kemiri #Dusun Gigir #tengah hutan #hutan baluran #Gubuk #tempat singgah