RadarSitubondo.id – Beberapa daerah di Kabupaten Situbondo dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Keadaan ini berpengaruh terhadap sumber air.
Masyarakat menunggu kiriman dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan air bersih.
Salah satu warga, Anton Setiawan mengaku sangat merasakan dampak ketika musim kemarau. Yang paling parah adalah kekurangan air bersih. Sumber air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari perlahan mengering.
“Kalau musim kemarau biasanya memang seperti ini. Persediaan air bersih perlahan berkurang. Biasanya kita tidak kesulitan mendapat air, sekarang untuk mendapat air sulit,” ujarnya, Rabu (9/10).
Dikatakan, sejak bulan September lalu hingga saat ini sumber air mengering. Warga pun semakin susah untuk mendapatkan air memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama air untuk dikonsumsi.
Pria yang akrab disapa Aan itu mengaku, saat ini dirinya lebih banyak bergantung kepada BPBD. Mereka rutin menyalurkan air bersih.
Sebab, untuk mendapatkan air dari sumber sudah tidak tersedia. Apalagi lokasinya berada di dataran tinggi.
“Jadi, kita sekarang menunggu kiriman air. Sampai kapan? Ya kami masih belum tahu. Selama musim kemarau seperti ini, maka persediaan air bersih belum ada,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pusdalop BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, penyaluran air bersih kepada warga yang kekurangan air masih terus dilakukan. Terbaru, ada beberapa desa yang sudah mendapatkan distribusi air dari BPBD.
“Untuk pengiriman air bersih hari ini (kemarin) di beberapa dusun, yakni Dusun Tubo Timur dan Dusun Tubo Barat, Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit. Penyaluran air bersih menggunakan dua kendaraan tangki. Satu tangki berisi lima ribu liter,” jelasnya.
Puriyono menambahkan, BPBD rutin menyalurkan air kepada warga. Pendistribusian air ini dilaksanakan sejak ada permintaan air bersih dari masing-masing perangkat desa. Terhitung hampir dua bulan petugas turun untuk mengirim air. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin