Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Krisis Air Bersih Meluas di 8 Kecamatan di Situbondo, Timpa 12 Ribu Jiwa

Iwan Feriyanto • Jumat, 11 Oktober 2024 | 14:21 WIB
CERAH: Petugas BPBD mengisi tandon air yang ada di rumah warga Dusun Belengguen, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kamis (10/10).
CERAH: Petugas BPBD mengisi tandon air yang ada di rumah warga Dusun Belengguen, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kamis (10/10).

RadarSitubondo.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada belasan ribu orang di Situbondo kekurangan air bersih.

Kasus yang terjadi sejak bulan Agustus hingga 10 Oktober 2024 dipastikan akan terus bertambah.

Krisis air bersih disebabkan banyak mata air yang kering akibat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto mengatakan, pada bulan Agustus 2024 lalu setidaknya ada 3.996 kepala keluarga (KK) atau 10.079 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih.

Data tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Sumbermalang, Suboh, Arjasa, Banyuputih, Kendit dan Mlandingan.

“Di Kecamatan Sumbermalang ada satu desa yang krisis air bersih, yaitu desa Palangan. Kemudian, desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh; desa, Jatisari, Kecamatan Arjasa, Desa Sumberejo, Desa Sumberanyar, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih; Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan,” rincinya, Kamis (10/10).

Pria yang akrab disapa Sruwi itu menyebutkan, pada bulan September 2024, permintaan air bersih bertambah, yang semula hanya enam kecamatan menjadi delapan kecamatan. Terdiri dari kecamatan Jati Banteng dan kecamatan Bungatan.

“DI dua kecamatan tersebar di beberapa desa, yakni Desa Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng dan Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan.

Tercatat ada 4.605 kk atau 12.055 jiwa yang krisis air bersih atau bertambah menjadi 609 kk dan 1.976 jiwa dari bulan Agustus,” jelasnya.

 Kemudian, masih kata Sruwi, memasuki bulan Oktober ini, permintaan air bersih oleh perangkat desa kepada BPBD masih bertambah.

Ada 60 kk atau 240 jiwa yang krisis air bersih di Dusun Sodung, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

“Total dari bulan Agustus sampai tanggal 10 Oktober 2024 ada 4.055 kK atau 12.295 jiwa yang sedang krisis air berish,” ucapnya.

Sruwi mengaku, bahwa untuk membantu meringankan beban warga itu, dirinya menyalurkan ratusan ribu liter air bersih.

Proses penyalurannya dilakukan secara bertahap agar warga dapat kebagian air. Mulai dari wilayah barat hingga wilayah timur Situbondo.

“Pengiriman air bersih sejak bulan Agustus sampai per hari ini itu sudah mencapai 545 ribu liter air dibantu oleh kendaraan truk tangki air dari PMI (Palang Merah Indonesia),” tuturnya.

Ditambahkan, BPBD menduga permitnaan air masih ada, mengingat kondisi Situbondo sampai hari ini masih musim kemarau. Sehingga warga yang terdampak krisis air semakin bertambah. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #krisis air bersih #kekeringan #musim kemarau