RadarSitubondo.id - Dua dusun mampu mengatasi persoalan krisis air bersih. Yakni Dusun Alas Sumur, Desa Balung, Kecamatan Kendit, dan Dusun Jerugen, Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan.
Warganya kini tidak lagi bergantung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo.
Dua dusun itu semula kesulitan air bersih. Warganya selalu menunggu kiriman air dari BPBD ketika musim kemarau. Tahun ini saja, petugas masih rutin menyalurkan air.
"Pengiriman air yang dilaksanakan pada bulan Agustus. Setelah itu sudah tidak ada pengiriman kembali di dua titik tersebut," ujar kepala BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, Minggu (13/10).
Pria yang akrab disapa Sruwi itu mengatakan, kesulitan air yang terjadi di dusun tersebut akibat mesin bor air rusak.
Namun setelah diperbaiki, kini warga sudah mudah mendapat air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Melalui perangkat desa masing-masing itu mesin bor air diperbaiki. Kini sumber air yang ada sudah bisa digunakan kembali," jelasnya.
Sruwi menyampaikan, jumlah warga yang kekurangan air bersih masih di angka 12 ribu orang lebih.
Sebab, BPBD pada tanggal 7 Oktober 2024 kembali menerima permintaan pengiriman air dari perangkat desa Sumberejo.
"Di sana ada dusun, yakni Dusun Sodung. Warga kesulitan air bersih karena sumber air tidak ada," ucapnya.
Dijelaskan, permintaan air yang diajukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Setidaknya ada 60 Kepala Keluarga (KK) atau 240 jiwa membutuhkan air bersih.
"Tanggal 9 Oktober 2024 petugas kami langsung mengirim air. Karena setelah dilakukan survei memang kesulitan air," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, BPBD Situbondo mencatat ada belasan ribu orang di Situbondo kekurangan air bersih.
Kasus yang terjadi sejak bulan Agustus hingga tanggal 10 Oktober 2024 ini dipastikan akan terus bertambah. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin