Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Asyiknya Bercocok Tanam Sayuran Dalam penjara, Dapat Penghasilan Saat Panen Tiba

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 16 Oktober 2024 | 01:30 WIB
PRODUKTIF: Dua narapina di dalam rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, merawat tanaman sayur selada, Senin (14/10).
PRODUKTIF: Dua narapina di dalam rumah tahanan (Rutan) kelas IIB Situbondo, merawat tanaman sayur selada, Senin (14/10).

RadarSitubondo.id – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Situbondo juga giat bercocok tanam sayur mayur. Bahkan, hasil panennya juga bisa dijual ke pasar setiap satu pekan.

Kegiatan bercocok tanam WBP Rutan Situbondo dilakukan di lahan seluas kurang lebih 800 meter. Jenis tanaman yang dibudidayakan adalah sayur mayur. Ada bayam, daun mint, kangkung, slada, dan daun bawang, termasuk juga bunga.

Yang terbaru adalah budidaya bibit terong, cabe dan strawberry. Tanaman jenis family Solanceae, itu ditanam agar bisa mengajak WBP belajar bercocok tanam yang benar dan bisa merasakan dapat penghasilan dari bertani.

“Sejumlah WBP yang fokus dalam pertanian sengaja difasilitasi agar bisa mengembangkankan bakatnya dalam bercocok tanam. Siapa tahu keluar dari rutan bisa jadi petani yang sukses,” ungkap Karutan Situbondo Rudi Kristiawan.

Dia menyebutkan, tanaman tersebut bukan hanya ditanam begitu saja. Apalagi hanya untuk mengisi ruang kosong WBP. Sayuran yang sudah dipanen bisa dijual ke pasar-pasar yang ada di Kota Situbondo.

“WBP ini punya banyak tanaman sayur dan bisa panen tiap minggu. Setiap panen sudah ada tempat penjualannya, yaitu pedagang sayur di spara yang sudah bekerjasama dengan petugas Rutan,” tegas Rudi.

Selain pegadang di pasar, juga banyak yang bermitra dengan Rutan. Salah satunya mahasiswa Unars jurusan pertanian yang mengambil bibit sayuran ke Rutan Situbondo. keluarga dari petugas di Rutan juga sering membeli.

“Untuk hasil penjualannya dibuat modal ulang, dan 15 persen diberikan kepada WBP yang fokus menjaga pertanian dalam Rutan. Lumayan kalau disimpan untuk ngasi pada keluarga di rumah,” papar Rudi.

Tak hanya itu, keberadaan lahan sempit itu juga bisa menjadi tempat bagi WBP untuk menghilangkan stres. Mereka bisa bekerja, badannya bisa bergerak sehingga kondisi badannya tidak mudah sakit.

“Lumayan pagi-pagi sudah bisa pergi ke lahan untuk menyiram sayuran dan bunga, sore juga menyiram. mungkin WBP bisa merasa lagi beraktivitas di rumahnya sendiri,” pungkas Rudi. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Bertani #warga binaan #rutan situbondo #sayur mayur #bercocok tanam #panen #penjara