RadarSitubondo.id - Bata ringan dengan berat 13 ton tumpah di jalan tembus, Desa Kotakan, Kecamatan Kota, Situbondo, Rabu (16/10). Itu akibat truk mengalami rem blong.
Beruntung sang sopir, Eri, 29, warga Mojokerto selamat dari maut. Tidak mengalami luka-luka.
Rencananya bata ringan dari Mojokerto itu, bakal dikirim ke salah satu toko bangunan di Kabupaten Jember. Namun sebelum tiba di lokasi tujuan truk bernopol S 8797 UJ terbalik di tikungan tajam.
“Tikungan cukup ekstrem, selain tajam juga turunan. Jadi rem tak berfungsi normal hingga muatan saya terbalik. Truk hanya terbalik satu kali tapi ndlosor sampek jauh dari atas ke bawah,” ungkap Eri sambil menghubungi rekan-rekannya yang ada di area Situbondo.
Kata Eri, saat dirinya melintas tidak bersalipan dengan kendaraan apapun, laju kendaraan truk juga sudah sangat pelan sejak tiba di lokasi turunan jarak sepuluh meter dari lokasi truk terguling.
“Sebelumnya saya sudah sering lewat di jalan ini dengan muatan yang sama, saya juga paham medan di sini. Baru kali ini yang apes, untung tidak sampai menabrak pengendara lain. Saya juga tidak apa-apa, ini hanya memar akibat terbanting,” imbuh Eri.
Dikatakan, meskipun dirinya selamat, namun kerugian yang dialami cukup besar. Sebab ribuan batu bata ringan hancur. Bodi truk bagian depan juga penyok. Kerugian menjadi tanggungan sopir.
“Kalau sudah kecelakaan begini ya tanggung jawab sopir, kalau boss saya mau ganti paling saya hanya ganti rugi separo. Misal kerugian Rp 40 juta ya saya yang Rp 20 juta,” tegas Eri.
Pantauan Jawa Pos Radar Situbondo, Eri mengemudi sendirian. Dia tampak sibuk menyingkirkan bata ringan dari badan jalan ke pinggir jalan.
Dia juga sibuk menghubungi atasan dan teman-temannya yang bisa membantu memilih batu bata yang masih bisa digunakan.
Kanitlaka Polres Situbondo IPDA Rachman menegaskan jika pihkanya masih berada di lapangan dan melakukan pendataan.
“Karena ini laka tunggal, kami hanya bantu untuk melakukan pengamanan dan membantu korban untuk mengevakuasi truk yang terbalik,” tutup Rachman. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin