RadarSitubondo.id - Sejumlah petugas pemadam kebakaran (damkar) Situbondo mengalami pusing, mual dan sesak nafas.
Ini setelah mereka memadamkan kebakaran di bengkel mobil di Jalan Basuki Rahmad, Kamis malam (16/10). Penyebabnya, para petugas itu tidak mengenakan perlengkapan pelindung diri yang memadai.
Pantauan Koran ini, petugas nekat menerobos kobaran api di dalam bengkel motor milik Thernando Maulana itu tanpa penunjang perlengkapan keamanan diri. Mereka hanya mengenakan kaos dan celana dinas. Padahal itu sangat berbahaya.
Kasubag TU Damkar Situbondo, Dayat membenarkan keadaan tersebut. Ini terpaksa dilakukan karena tidak ada sarana pelindung diri yang dimiliki.
"Kita menggunakan baju apa adanya. Pakai kaos, celana sepatu yang biasa digunakan untuk ke kantor, bukan menggunakan baju khusus untuk memadamkan api," ujarnya, Kamis (17/10).
Dayat mengaku, baju yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kebakaran itu sempat membuat khawatir petugas. Hanya saja, mereka terpaksa melakukan penanganan agar api tidak merambat luas.
"Pakaian yang kemarin kita gunakan untuk memadamkan api jauh dari kata aman. Cuma karena kami berupaya agar bisa cepat memadamkan api supaya tidak memakan korban," jelasnya.
Dikatakan, aksi nekat itu membuat petugas banyak yang tumbang. Mereka mengalami pusing, mual dan sesak nafas.
"Kita tidak memiliki baju khusus untuk memadamkan api. Pemerintah belum menyediakan," cetusnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin