RadarSitubondo.id – Lahan pertanian di Situbondo banyak yang kurang produktif akibat terkontaminasi pupuk kimia. Sehingga, butuh penyegaran kembali agar bisa ditanami dengan hasil lebih makismal.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo, Basmalah Budi Utama mengatakan, kondisi tanah sawah di Situbondo sudah memprihatinkan. Kualitas tanahnya menurun, bahkan mengalami degradasi. Ini mengakibatkan penurunan jumlah produksi.
“Sawah kita kan 40 ribu hektar. Tapi saat ini mengalami degradasi akibat penggunaan pupuk kimia terus menerus secara bertahun-tahun,” ujarnya, Jumat (25/10).
Dikatakan, bahwa kasus tersebut butuh penanganan intensif untuk mengembalikan kondisi tanah sawah agar termanfaatkan lebih baik. Sehingga ke depan bisa menghasilkan panen lebih besar.
Pria yang akrab disapa Basmalah itu menyampaikan, upaya untuk mengembalikan kualitas tanah salah satunya dengan pemberian pupuk organik cair (POC). Pupuk tersebut memiliki kandungan sumber macro-micro pembenahan tanah.
“Salah satu cara itu kan dengan POC karena mengandung unsur hara dan mikroba dan bakteri, nah itu sih sebenarnya manfaat pemberian POC,” jelasnya.
Namun, kata Basmalah, biaya untuk penyediaan pupuk tersebut tidak murah. Butuh dana besar karena daerah belum bisa memproduksi sendiri.
“Kami sudah menganggarkan kebutuhan POC sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2024. Di APBD tahun 2025 kami juga menganggarkan kebutuhan tersebut dengan nominal yang sama,” jelasnya.
Basmalah menjelaskan, dengan anggaran Rp5 miliar ini dapat membeli POC sebanyak lima ribu liter. Kemudian, itu dapat digunakan untuk luas tanah sawah sebesar sepuluh ribu hektare.
“POC ini sudah kami serahkan kepada kelompok tani di 17 kecamatan. Totalnya ada 200 kelompok yang menerima pupuk tersebut,” jelasnya.
Dijelaskan, pupuk POC akan kembali disalurkan kepada petani di tahun 2025. Ini setelah rancangan peraturan daerah (Ralerda) APBD disahkan.
“Tahun depan kita akan kembali menyerahkan POC kepada kelompok tani. Jumlahnya sama, 5 ribu liter untuk petani di 17 kecamatan,” ucapnya.
Basmalah menyampaikan, anggaran Rp 10 miliar belum dapat menyediakan POC untuk kebutuhan 40 ribu hektare tanah di Situbondo. Hanya 50 persen atau 20 ribu hektare tanah sawah saja yang bisa diberi POC.
“Pembenahan tanah ini menjadi fokus kami. Ya karena kita sekarang ingin meningkatkan produksi beras, ya kita fokusnya di padi,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin