Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pembangunan Jembatan di Desa Kesambirampak Dikeluhkan Warga Situbondo karena Tutup Jalan Alternatif

Moh Humaidi Hidayatullah • Selasa, 5 November 2024 | 17:26 WIB
JADI SOROTAN: Proses pekerjaan jembatan di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, ditinjau Sekretaris komisi III DPRD Situbondo, Senin (4/11).
JADI SOROTAN: Proses pekerjaan jembatan di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, ditinjau Sekretaris komisi III DPRD Situbondo, Senin (4/11).

RADAR SITUBONDO - Pembangunan jembatan di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Situbondo, dikeluhkan warga.

Sebab, proyek yang sudah dikerjakan kurang lebih empat bulan itu menutup jalan alternatif. Senin (4/11) Sekretaris Komisi III DPRD Situbondo, Arifin turun tangan merespon keluhan warga.

Arifin mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi catatan Komisi III turun langsung ke lokasi proyek.

Kesalahan yang sangat nampak dari proyek pembangunan jembatan itu adalah menutup jalan alternatif dengan bahan material.

“Seharusnya jalan alternatif dibuat untuk dilewati pengendara, bukan ditutup dengan material. Ini ada jalan alternatifnya tapi tidak berfungsi, kalau keluhan dari warga memang sudah lama tidak berfungsi,” ungkap Arifin.

Penutupan jalan alternatif akhirnya membuat pengguna jalan mencari jalan sendiri. Ada yang melewati halaman rumah warga, dan melewati jalan setapak agar bisa menyeberang.

“Kalau sudah lewat di halaman warga yang pasti meresahkan, suara bising mengganggu, debu yang berterbangan juga mengganggu warga,” ucar Arifin.

Selain itu, jalan desa yang dibuat jalan umum mulai mengalami kerusakan yang cukup parah. Sebab sering dilewati kendaraan besar.

“Kami rasa pekerjaannya terlalu lamban, dan saya sudah beri saran agar pekerjaannya dimaksimalkan agar selesai tepat waktu,” tegas Arifin.

Arifin menilai tenaga pekerja yang  digunakan juga tergolong minim. Padahal, jika dilihat dari kontruksi jembatannya, maka membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Kami juga dapat pengaduan kalau pembongkaran jembatan lama menggunakan manual, begitu ditegur oleh warga baru didatangkan alat berat hingga pembongkaran cepat selesai,” kata Arifin.

Direktur PT. Tentrem Karya Sentosa, Daniel Agus Sikwandi menegaskan jika pekerjaan belum bisa dikatakan lambat. Sebab jangka waktunya sampai tanggal 27 Desember tahun 2024.

“Kalau masalah menutup jalan alternatif tanya pengawasanya,” pungkas Daniel. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #pembangunan jembatan #keluhan warga #DPRD Situbondo #Lamban #jalur alternatif