RADAR SITUBONDO - Direktrur CV Lintang Timur Jaya H. Ahmad Mujiono sukses mengubah lahan tandus menjadi lahan produktif.
Tak tanggung-tanggung sudah ada 15 hektare lahan yang ditambang menjadi lahan subur. Lokasi lahan gersang dengan luas kurang lebih 60 hektare itu ada di Dusun Curah Saleh, Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan.
Bang Ahmad mengatakan, awal mula melirik lahan tersebut berangkat dari rasa keprihatin. Sebab, lahan yang cukup luas dibiarkan terbengkalai, penuh semak blukar, duri dan tumbuhan kecil lainnya.
“Semula melihat lahan kok berbukit dan panas, lalu banyak lahan yang tidak bermanfaat dibiarkan gersang. Padahal air di daerah tersebut cukup bagus asal ada alat untuk memompa air,” ungkap Bang Ahmad, Senin (11/11).
Akhirnya, pada tahun 2015 sebanyak 20 hektare tanah di lahan tersebut dibeli. Lahan tandus tersebut baru dikelola sejak 2019. Sejak itulah, bukit dan lahan yang rendah diratakan dan mulai dibentuk menjadi ladang untuk ditanami berbagai macam tanaman.
“Izin pertambangan turun tahun 2019 baru digarap. Bekas tambang dibuat menjadi ladang dan ditanami melon, tebu, jagung, cabai, dan segala macam tumbuhan yang bisa menghasilkan,” ungkap bang Ahmad.
Untuk menghidupkan tanaman, tentu tidak semudah membalikkan tangan. Bang Ahmad harus berusaha untuk melakukan pengeboran sumur cukup dalam. Satu sumur bor memiliki kedalaman 70 meter hingga 100 meter.
“Sekarang sudah enak, sumur bor ada tujuh. Sekarang sudah bisa tanam apa pun, dan bisa panen tiga bulan sekali,” ujar bang Ahmad.
Humas Tambang CV Lintang Timur, Yayan mengatakan keberhasilan bang Ahmad mengelola lahan tandus menjadi lahan produktif, berdampak positif terhadap warga Desa Seletreng.
“Sekarang saat musim tanam, ada 70 orang yang diundang bekerja, lain lagi saat musim panen. Sekarang panen malah tiap hari, karena Bang Ahmad menanam di waktu yang berbeda,” katanya.
Yayan menjelaskan, sejak lahan gersang disulap menjadi lahan produktif juga banyak warga yang menerima penghasilan dari kotoran sapi.
Sebab, setiap warga Desa Seletreng yang memelihara sapi bisa membuang kotoran sapi ke lahan milik bang Ahmad.
“Kotoran sapi dibeli bukan diminta gratis. Satu sak Rp 2 ribu. kandang sudah bersih juga dapat penghasilan,” tutup Yayan. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin