Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Disengat Tawon, Pencari Madu Tewas Terjatuh dari Pohon Setinggi 40 Meter di Gunung Ringgit Situbondo

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 14 November 2024 | 18:13 WIB
EVAKUASI JENAZAH: Tim BPBD Situbondo mengevakuasi jenazah Jamali, 42, di Gunung Ringgit, desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Selasa malam (12/11).
EVAKUASI JENAZAH: Tim BPBD Situbondo mengevakuasi jenazah Jamali, 42, di Gunung Ringgit, desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Selasa malam (12/11).

RadarSitubondo.id - Jamali, warga Dusun Secangan, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Situbondo, dimakamkan, Rabu (13/11).

Pria 42 tahun itu meninggal dunia akibat jatuh dari atas pohon paska diserang tawon madu, Selasa malam (12/11).

Jamali berangkat mencari madu hutan bersama dua temannya, Samyono dan Jupri sejak pukul 5.30 WIB.

Perjalanan panjang yang ditempuh membuat pencari madu harus beristirahat dua kali untuk makan dan minum sebelum sampai ke lokasi sarang tawon.

Mereka tiba di lokasi pengambilan tawon sekitar pukul 09.00. Begitu tiba, Jamali langsung naik ke pohon besar dengan ketinggian 40 meter.

Jamali yang mahir dengan cara pengambilan madu sudah menghidupkan api agar tawon menyingkir. Sehingga, itu akan mempermudah pengambilan madu.

Tak lama setelah melakukan aksinya, Jamali mengaku disengat tawon. Dia merasa pusing saat berada di atas pohon. Namun, jamali tidak turun dari pohon melainkan beristirahat di atas pohon dengan cara tengkurap.

Namun, Jamali yang diduga tidak kuat menahan sakit akhirnya terjatuh dari pohon hingga mengalami benturan ke tanah cukup keras. 

Akibatnya, Jamali mengalami luka cukup serius. Yaitu luka terbuka pada bagian kepala. Dia pun meninggal di tempat.

Melihat keadaan itu, Samyono dan Jupri berbagi tugas. Samyono turun gunung untuk mencari bantuan dan mengabarkan kepada pihak keluarga. Sedangkan Jupri menjaga jenazah Jamali agar aman dari gangguan binatang.

Begitu mendengar kabar duka tersebut, keluarga korban langsung berangkat ke lokasi bersama warga sekitar.

Mereka baru tiba di lokasi pukul 17.00. Tanpa basa-basi jenazah Jamali langsung ditandu menggunakan sarung.

Setelah separo perjalanan dari lokasi pencarian madu, mereka berjumpa dengan tim BPBD lalu diganti dan dievakausi ke pinggir jalan pantura. 

Jenazah Jamali langsung dimasukkan ke mobil siaga desa dan dibawa pulang ke rumah duka.

“Korban tidak dibawa ke rumah sakit karena pihak keluarga meyakini kematian Jamali murni akibat kecelakaan,” ungkap Puriyono.

Dikatakan, Jamali meninggal karena terjatuh dari atas pohon setelah sebelumnya disengat tawon. Dia tejatuh dari pohon yang sangat tinggi. Mengalami luka terbuka pada bagian kepala hingga meninggal dunia. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #disengat tawon #Kendit #Jatuh dari pohon #Gunung Ringgit #meninggal dunia #Pencari Madu