RadarSitubondo.id - Sejumlah karyawan pusat perbelanjaan konveksi dan swalayan Karunia Dharma Sentosa (KDS) Kabupaten Situbondo mengalami sesak nafas dan terluka saat terjadi kebakaran.
Mereka menghirup asap tebal yang menguasai gedung begitu api berkobar hebat. Para korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Informasi yang dihimpun Koran ini, ada belasan karyawan KDS mengalami sesak nafas. Selain karena asap, mereka juga panik saat berlari menyelamatkan dari dalam gedung.
“Korban yang sesak nafas banyak, yang dievakusi menggunakan ambulance ada lima orang karyawan wanita. Kalau yang putra tidak ada,” ujar Kordinator Psc 119 Puskesmas Mangaran, Bas Dafit Hendri.
Sedikitnya ada enam unit ambulance yang diterjunkan ke lokasi kebakaran. Di antaranya ambulance milik Puskesmas Mangaran, Puskesmas Panarukan, Koperasi Basnas, dan ambulance milik dinkes dua unit.
“Ambulance ini memang diturunkan untuk mengantisipasi kecelakaan dalam memadamkan api. setidaknya jika ada korban tim medis bisa langsung menangani secara cepat dan tepat,” tegas Dafit.
Sedangkan siswi yang magang di KDS juga ada yang mengalami sesak nafas dan dilarikan ke Puskesmas Mitra Sehat. Mereka langsung mendapat penanganan dan tidak ada satu pun yang menjalani rawat inap.
“Yang dirawat di sini (Mitra Sehat) ada sepuluh siswi yang magang di KDS, mereka dipulangkan sudah bisa rawat jalan. Alhamdulillah tidak ada yang parah,” ujar Owner Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo, Imam Hidayat.
Sementara itu, salah satu karyawan KDS yang ada di dalam gedung saat kebakaran mengaku tidak memahami bagaimana kondisi dalam KDS. Dia hanya fokus untuk melarikan diri dalam ruangan agar selamat dari kobaran api.
“Saya jaga di lantai satu, mendengar orang teriak dan lari saya juga ikut lari. Saat lari berdesakan, itu yang sesak nafas ada yang kena asap, ada yang karena rebutan saat mau keluar dari dalam,” pungkas perempuan asal Panji yang enggan namanya dikorankan itu. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin