RadarSitubondo.id - Kebakaran pusat perbelanjaan konveksi dan swalayan, Karunia Dharma Sentosa (KDS) Kabupaten Situbondo, tidak hanya berdampak bagi pemilik dan karyawannya.
Tapi juga membawa luka kepada sejumlah pemilik rumah kos di sekitar KDS. Usaha mereka kini sepi karena karyawan KDS sudah tak bekerja, pulang ke rumah masing-masing.
Moh. Husen, Ketua RT 2, RW 2 di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kota Situbondo, mengatakan bahwa rumah kos yang ada di sekitar KDS saat ini seperti bangunan tua yang ditinggalkan penghuninya. Tempat yang biasa ramai, berubah sunyi.
“Biasanya kawasan di belakang bangunan KDS selalu ramai oleh karyawan KDS. Sekarang sudah lengang, tidak ada satupun karyawan KDS yang tinggal di kos-kosan,” ungkap Husen, Jumat (29/11).
Dikatakan, nasib pemilik rumah kos hanya bisa meninjau asetnya yang tidak lagi dihuni oleh satu orang pun. Keadaan ini tentu membuat mereka juga mengalami kerugian cukup besar.
“Kosan milik saya saja enam kamar, sekarang sudah ditinggal penghuninya. Termasuk kosan milik tetangga saya, ya sama. Kosan di RT 1 saja ada 50 kamar. Sekarang ditinggalkan oleh peghuninya semua, penghuninya kan karyawan KDS,” tegas Husen.
Yang mengalami kerugian bukan hanya pemilik kos-kosan, termasuk warga yang bekerja di KDS juga kehilangan pekerjaan. Di antaranya penjaga parkir sepeda motor milik karyawan KDS.
“Warga sekitar KDS yang bekerja jadi tukang parkir ada belasan orang. Sekarang ya tidak kerja dan masih jadi poengangguran,” Ucap Husen.
Kata Husen, kabar terkini tentang para karyawan masih kebingungan mencari pekerjaan lain. Sebagian karyawan KDS yang masih bekerja meskipun KDS sudah terbakar sudah habis masa kontraknya pada November.
“Nasib karyawan ya sudah tidak punya kerjaan lain, untuk satpam yang masih punya tugas menjaga gedung KDS juga sudah habis di bulan terakhir ini,” kata Husen.
Diberitakan sebelumnya Minggu (17/11) KDS ludes terbakar. Kobaran api yang berlangsung selama 17 jam bukan hanya menghanguskan semua produk yang dijual, namun bangunan gedung juga rusak hingga roboh. Saat itu belasan karyawan juga dilarikan ke rumah sakit akibat sesak nafas. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin