RadarSitubondo.id – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo meminta petani yang terdampak banjir bandang tak perlu khawatir.
Sebab, Pemkab sudah mengajukan bantuan benih padi, pupuk, pestisida, pompa air, perbaikan saluran irigasi dan alat exavator kepada Kementerian Pertanian (Kementan), Jumat (14/2) lalu.
Bantuan tersebut akan disalurkan secepatnya agar bisa segera dimanfaatkan.
Data yang diterima Koran ini, lahan pertanian yang terdampak banjir bandang, Senin (3/2) lalu tersebar di tujuh kecamatan.
Yakni Kecamatan Kendit seluas 249 hektare, kemudian Jatibanteng seluas 227,3 hektare, Panarukan seluas 160,5 hektare dan Bungatan seluas 93,1 hektare.
Selanjutnya, di Kecamatan Mlandingan ada 63,2 hektare, lalu kecamatan Besuki ada 38,65 hektare, Banyuglugur 22 hektare.
Sedangkan di Kecamatan Panji ada 13 hektare, Sumbermalang 2,4 hektare, Suboh dua hektare dan Kapongan 1,5 hektare. Total ada 872,65 hektare lahan petani terdampak banjir. Lahan tersebut semula sudah ditanami padi, namun rusak total.
Kepala Dispertangan Situbondo, Dadang Aries Bintoro melalui Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan, M. Zaini mengatakan, seluruh lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang beberapa pekan lalu sudah didata.
Kemudian, data tersebut dikirim kepada Kementan. Selain untuk laporan sekaligus dinas mengajukan bantuan.
“Tanggal 14 Februari lalu kami sudah mendata semua lahan petani yang terdampak banjir lalu kami kirimkan kepada Kementan untuk pengajuan bantuan,” ujarnya, Senin (17/2).
Dikatakan, bantuan yang diajukan Dispertangan Situbondo tidak hanya pada Kementan saja, melainkan juga disampaikan kepada Pj Gubernur Jawa Timur. Harapannya, seluruh usulan tersebut bisa dikabulkan.
“Semakin banyak pilihan untuk mengajukan bantuan semakin baik. Ada peluang besar semua usulan diterima. Maka yang untung adalah petani,”pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sekitar 600 hektare lahan pertanian terdampak banjir bandang yang terjadi Senin (3/2) lalu.
Lahan tersebut semula ditanami padi, bahkan ada yang hampir panen. Namun, akibat bencana alam tersebut, petani dipastikan gagal panen. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin