Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Warga Situbondo Keluhkan Study Tour Sekolah, Siswa Tak Ikut Diancam Nilainya Dikurangi

Iwan Feriyanto • Senin, 10 Maret 2025 | 10:30 WIB
DIALOG: Anggota DPRD, Janur Sasra Ananda mendengarkan aspirasi warga saat reses di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan kota, belum lama ini.
DIALOG: Anggota DPRD, Janur Sasra Ananda mendengarkan aspirasi warga saat reses di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan kota, belum lama ini.

RADAR SITUBONDO – Suki, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo, keberatan dengan kegiatan study tour siswa. Sebab, sangat memberatkan wali murid.

Keluhan tersebut disampaikan kepada Janur Sasra Ananda, anggota DPRD Situbondo saat mengikuti reses. Suki mengaku tidak banyak mengetahui pentingnya kegiatan tersebut.

"Yang pasti orang tua merasakan dampak ketika sekolah menggelar study tour. Menyiapkan biaya hingga jutaan rupiah.  Itu sangat membebani para orang tua yang ekonominya tidak mampu.

Suki meminta kegiatan rekreasi sekolah dihapus. Selain biaya yang dinilai terlalu besar, resikonya juga tidak kecil.

"Untuk SD, SMP maupun SMA semua sekolah ditiadakan, tolong diperhatikan,” ujarnya, Minggu (9/3).

Yang menjengkelkan, meskipun sang anak tidak ikut sudy tour tetapi orang tua diminta untuk tetap membayar.

Alasannya sudah menjadi kesepakatan wali murid di sekolah. Padahal, tidak semua wali murid terlibat dalam pembahasan tersebut.

“Waktu itu terpaksa bayar karena sudah disuruh. Meksipun tidak ada uang solusinya cari pinjaman. Lalu menggadaikan barang-barang pribadi untuk itu,” cetusnya.

Selain itu, Suki berharap, sekolah juga tidak perlu menggelar acara study tour bagi siswa yang mau lulus. Jika itu dilakukan beban orang tua semakin besar.

Selain harus bayar biaya studi tour, juga harus mengeluarkan uang untuk biaya pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi tidak usah rekreasi atau apapun namanya. Kami kebingungan dapat uang dari mana. Apalagi biaya untuk mendafatar sekolah yang lebih tinggi tidak murah. Bikin kami tambah kebingungan,” ucapnya.

Baca Juga: Kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Dapat 3 Tambahan Pemain Naturalisasi

Sementara itu, anggota DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda mengaku prihatin dengan aspirasi yang disampaikan warga.

Mereka selama ini tidak hanya dibebani biaya study tour, tetapi anaknya juga diancam nilainya akan dikurangi jika tidak ikut.

“Direses itu mereka juga menyampaikan, ada beberapa sekolah yang tetap mewajibakan siswa membayar study tour. Bahkan sekolah mengancam untuk mengurangi nilainya ketika tidak membayar,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Janur itu mendukung aspirasi yang diutarakan oleh para wali murid. Bayangkan saja, saat ini momentum Bulan Ramadan dan sebentar lagi menyambut hari raya Idul Fitri yang tentunya ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi.

Kemudian, setelah itu sekolah menggelar study tour lalu beberapa bulan kemudian persiapan untuk pendaftaran masuk perguruan tinggi.

“Tentu ini memberatkan wali murid. Makanya dalam waktu dekat ini kami akan hearing berasama Dinas terkait untuk membahas masalah tersebut,” pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#study tour #sekolah #orang tua #DPRD Situbondo #Dikeluhkan