Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Perahu Karam Diterjang Ombak, Nelayan Panarukan Terpaksa Libur Cari Ikan Akibat Cuaca Ekstrem

Iwan Feriyanto • Senin, 24 Maret 2025 | 11:00 WIB
RUSAK BERAT: Sudibyo meratapi perahunya yang karam setelah diterjang ombak, di Pesisir Panarukan, Situbondo, Minggu (23/3).
RUSAK BERAT: Sudibyo meratapi perahunya yang karam setelah diterjang ombak, di Pesisir Panarukan, Situbondo, Minggu (23/3).

RADAR SITUBONDO - Nelayan di pesisir Panarukan Situbondo mengalami kendala saat mencari ikan di laut lantaran cuaca ekstrem.

Mereka istirahat demi keamanan dirinya. Bahkan kondisi tersebut membuat sejumlah perahu karam setelah diterjang ombak besar, Sabtu (22/3) lalu.

Salah satu nelayan, Sudibyo mengatakan, cuaca buruk sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Hingga saat ini masih belum ada perubahan yang menguntungkan bagi nelayan. Sehingga tidak bisa bekerja.

"Sempat kami mencoba untuk memaksakan diri mencari ikan di laut. Tapi cuacanya semakin tidak mendukung. Ombak tinggi dan angin kencang," ujarnya, Minggu (23/3).

Sudibyo mengaku, para nelayan juga kesulitan mendapat ikan. Meskipun sudah menjelajahi beberapa titik belum juga ada hasilnya. Yang ada hanya rugi diongkos menghabiskan banyak solar.

"Mungkin karena cuaca tidak mendukung ikannya juga tidak ada. Beberapa kali kita memaksa bekerja namun tidak ada hasilnya," jelasnya.

Dikatakan, sejumlah nelayan akhirnya memutuskan untuk istirahat. Akan bekerja kembali mencari ikan ketika cuaca sudah normal.

"Di sini sudah beberapa hari kapal parkir. Hampir semua nelayan istirahat mencari ikan," cetusnya.

Sudibyo menyampaikan, saat tidak mencari ikan, beberapa perahu milik nelayan rusak berat akibat hantaman ombak besar yang terjadi secara terus menerus.

"Pagi tadi ada dua perahu yang karam, rusak parah sampai tidak bisa diperbaiki," ucapnya.

Dijelaskan, akibat insiden tersebut pemilik perahu mengalami kerugian hingga ratusan juta Rupiah.

Pasalnya, perahu yang rusak tidak bisa diperbaiki dan harus mengganti yang baru.

"Satu perahu itu harganya ratusan juta. Belum lagi peralatan tangkap ikan yang juga rusak harganya tidak murah," kata Sudibyo.

Sudibyo berharap, insiden tersebut mendapat perhatian dari Pemkab Situbondo. Supaya nelayan bisa kembali bekerja.

"Harapannya ada bantuan dari pemerintah. Yang penting bisa meringankan beban nelayan," tandasnya.

Sementara itu, Koodinator Pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (Pusdalop) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puriyono menyampaikan, cuaca saat ini masih ekstrem akibat hujan deras disertai angin kencang. Diperkirakan kondisi tersebut masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

"Berdasarkan informasi BMKG bahwa Situbondo masuk cuaca ekstrim. Bagi warga harus hati-hati, terutama nelayan yang bekerja mencari ikan," pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #perahu karam #panarukan #Libur Melaut #nelayan #cuaca ekstrem