Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Paceklik Ikan, ‎Nelayan Panarukan Situbondo Gadaikan Barang Pribadi Jelang Lebaran Idul Fitri

Iwan Feriyanto • Sabtu, 29 Maret 2025 | 09:00 WIB
‎MENDUNG: Kapal nelayan diparkir berhari-hari di bibir pantai akibat cuaca ekstrem, Jumat (28/3).
‎MENDUNG: Kapal nelayan diparkir berhari-hari di bibir pantai akibat cuaca ekstrem, Jumat (28/3).

RADAR SITUBONDO - Sejumlah nelayan di Pesisir Panarukan, Situbondo, terpaksa menggadaikan barang pribadi untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Pasalnya mereka sudah beberapa bulan terakhir bekerja, namun tidak mendapatkan ikan.

‎‎Salah satu nelayan, Sudibyo mengatakan, sejak awal tahun 2025 pendapatan nelayan terus merosot. Puncaknya pada bulan Maret 2025. Hampir tidak ada hasil tangkapan ikan yang bisa dibawa pulang.

‎‎"Satu bulan ini sudah tidak pernah dapat ikan. Padahal sudah berusaha mencari ikan di beberapa titik tapi tidak membuahkan hasil," ujarnya, Jumat (28/3).

‎‎Kata Sudibyo, meskipun sudah berusaha keras mencari ikan tidak membuat nelayan untung. Kondisi ini tak pelak membuat ekonomi mereka terus merosot. Sebabkan butuh biaya untuk bahan bakar minyak (BBM) saat melaut.

‎‎"Terpaksa libur dari pada kerja. Karena rugi diongkos BBM. Banyak uang yang dikeluarkan tapi belum dapat ikan sama sekali," jelasnya.

‎‎Dikatakan, kesulitan mendapat ikan disebabkan beberapa faktor, selain karena cuaca ekstrem, penyebab lain stok ikan yang mulai berkurang.

‎Keadaan ini membuat Sudibyo kesulitan mencukupi kebutuhan keluarga. Untuk kebutuhan sehari-hari harus menggadaikan barang pribadi. Seperti TV, Kulkas dan HP, kompor dan tabung gas.

‎‎"Kemarin tabung gas elpiji saya gadaikan karena sudah tidak punya uang. Sekarang kalau mau masak itu numpang ke tetangga, nanti urunan isi ulang gas elpiji," tandasnya.

‎‎Sementara itu, nelayan lain Puryanto mengaku, sudah memiliki hutang kepada pemilik kapal. Uang tersebut dipakai memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dan biaya untuk lebaran Idul Fitri.

‎"Saya ngutang ke bos (pemilik kapal) sejak sulit mendapat ikan. Nominalnya cukup besar belasan juta. Janji bayar kalau tangkapan ikan lancar," tandasnya.

‎‎Sementara itu, Asisten Manajer Pegadaian Cabang Situbondo, Bagus Ganjar mengatakan, menjelang lebaran 2025 transaksi di kantor pegadaian mengalami peningkatan hinggq 50 persen. Paling banyak transaksi tersebut berupa pengajuan pinjaman oleh masyarakat dengan jaminan barang pribadi.

‎‎"Transaksi di Pegadaian Cabang Kabupaten Situbondo meningkat menjelang Idul Fitri. Ini membuktikan bahwa masyarakat sedang membutuhkan dana," pungkasnya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #idul fitri #paceklik #panarukan #lebaran #nelayan #Gadaikan Aset