RADARSITUBONDO.ID - Asmati, warga Desa Awar-awar Kecamatan Asembagus, Situbondo, ditemukan tewas di selokan tak jauh dari balai desa setempat.
Nenek 75 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan sudah membusuk. Itu disampaikan Kapolsek Asembagus Iptu Untoro Windu, Selasa (8/4).
Disebutkan, Senin lalu (7/4) sekitar pukul 7.00 ada dua perangkat Desa Awar-awar Ahmad Fauzi dan Henki Tri Widodo melakukan kerja bakti untuk menyambut masuk kerja hari pertama.
Tak lama kemudian, mereka mencium bau tidak sedak sedap dari arah barat balai desa.
“Semula hanya disangka bangkai kucing, begitu diperiksa saksi melihat lutut orang dalam selokan. Posisi mayat membujur ke arah selatan,” ujar Kapolsek Asembagus Iptu Untoro Windu.
Melihat ada mayat yang sudah mengeluarkan bau tak sedap, Ahmad Fauzi langsung menghubungi salah satu warga yang sempat melaporkan orang hilang satu pekan sebelum kejadian. Begitu diperiksa memang benar jenazah bernama Asmati.
“Asmati ini dikabarkan hilang sepekan sebelum penemuan mayat. Ini baru diketahuii ada di selokan dekat balai desa karena perangkat tidak ke kantor selama masa libur lebaran,” tegas Windu.
Begitu ada pihak keluarga, jenazah langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Asembagus untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan otospi dan menganggap kematian Asmati murni karena takdir.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, Jenazah Asmati langsung dimandikan di RSUD Asembagus dan dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) dekat rumah alm. Asmati,” pungkas Windu.
Informasi yang dihimpun Radar Situbondo, Asmati hilang dari rumah pada hari Minggu (31/3). Sejak saat itu, sudah dilakukan pencarian hingga dilaporkan ke Mapolsek Asembagus. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin