RADARSITUBONDO.ID – Semarak kemerdekaan terasa istimewa di Kota Santri Situbondo.
Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-207 dan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemkab Situbondo menggelar serangkaian kegiatan tradisional, edukatif, dan penuh nuansa kebudayaan lokal.
Tak hanya seremonial, berbagai event digelar sebagai bentuk perayaan yang menggugah semangat nasionalisme, memperkuat jalinan sosial, dan menghadirkan hiburan rakyat yang kental dengan nilai-nilai lokal Situbondo.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo alias Mas Rio, menyebut peringatan Harjakasi dan HUT RI ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen refleksi kebangsaan sekaligus wujud cinta terhadap tanah kelahiran.
"Momentum ini penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan daerah. Selain itu, masyarakat luar Situbondo juga bisa menyaksikan langsung keunikan tradisi dan budaya khas daerah kita," ujar Mas Rio, dikutip dari situbondokab.go.id.
Lomba Tradisional Bikin Nostalgia & Edukasi Jalan Terus
Dalam suasana penuh semangat merah putih, Pemkab Situbondo menggelar beragam lomba permainan tradisional yang sukses mengundang antusiasme masyarakat lintas generasi. Di antaranya:
- Bolatik
- Gobak Sodor
- Bola Bekel
- Pantheng
- Balap Jhitek (rakitan bambu)
- Kelereng
- Layangan Freestyle
- Lomba Tali/Bentel
- Layangan Tarik
- Ti’ting (Bheleng)
- Wgrang
Tak ketinggalan, pentas tari tradisional dan pertunjukan pengrawit dari pelajar hingga komunitas lokal ikut memeriahkan suasana.
Setiap gerakan, setiap nada gamelan, jadi cara Situbondo bicara tentang identitasnya yang kaya dan mengakar.
"Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus ajang mempererat kebersamaan antara ASN, masyarakat, dan pelaku seni di Situbondo," terang Mas Rio.
Ziarah, Kirab Pusaka & Khotmil Qur’an Jadi Simbol Penghormatan
Selain perayaan meriah, ada pula sisi spiritual dan historis yang tak dilupakan. Pemkab Situbondo mengadakan:
- Ziarah ke makam para bupati terdahulu
- Ziarah ke makam pahlawan nasional KHR As’ad Samsul Arifin
- Khotmil Qur’an
- Kirab pusaka daerah
Semua rangkaian ini menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi Situbondo, sekaligus menyambung nilai-nilai spiritual dalam semangat perjuangan.
Ayo Dolan ke Situbondo!
Mas Rio mengajak warga dari luar daerah untuk turut serta merasakan kehangatan dan kekayaan budaya Situbondo.
"Agustus ini, kami undang masyarakat untuk dolan ke Situbondo. Rasakan langsung keunikan tradisi serta semangat kebersamaan Bumi Shalawat Nariyah," ajaknya.
Dengan konsep meriah, edukatif, dan penuh kekayaan budaya lokal, Situbondo membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tak harus megah, yang penting bermakna dan membumi.
Dirgahayu Situbondo ke-207 dan Indonesia ke-80! (*)
Editor : Ali Sodiqin