Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kiai Azaim Refleksikan Makna Lagu Indonesia Raya, Dalam Acara Dzikir, Selawat Kebangsaan Menuju Indonesia Bahagia

Edy Supriyono • Rabu, 20 Agustus 2025 | 01:14 WIB

 

ACARA RELIGI: KHR. Azaim Ibrahimi Pengasuh Pesantren Sukorejo  bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam Pengajian di Alun-alun Situbondo, Selasa malam (18/8).
ACARA RELIGI: KHR. Azaim Ibrahimi Pengasuh Pesantren Sukorejo  bersama Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam Pengajian di Alun-alun Situbondo, Selasa malam (18/8).

RadarSitubondo.id – Pemkab Situbondo menggelar dzikir, selawat, dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Jadi ke-207 Kabupaten Situbondo (Harjakasi), pada Selasa malam (18/8). Dalam acara bertajuk “Selawat Kebangsaan” tersebut, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengajak ribuan masyarakat yang hadir untuk merenungkan bait kedua lagu Indonesia Raya karya WR. Supratman.

Kata Kiai Azaim, bagian tersebut sarat dengan nilai doa dan harapan bagi bangsa.“Indonesia tanah pusaka, pusaka kita semuanya, marilah kita mendoa, Indonesia bahagia. Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya, bangsanya, rakyatnya, semuanya. Sadarlah hatinya, sadarlah budinya, untuk Indonesia Raya,” kutip beliau.

Kiai Azaim menambahkan 80 tahun kemerdekaan merupakan angka istimewa. Dalam biografi Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, tercatat bahwa beliau wafat pada tanggal 4 Agustus 1990. Itu artinya, Kiai As’ad telah purna dalam mengantarkan negeri yang telah beliau perjuangkan.

“Selawat kebangsaan ini menjadi bentuk keteladanan atas perjuangan beliau. Harapannya, segala pahala dari majelis dzikir dan selawat ini kita hadiahkan kepada arwah para pejuang dan pahlawan yang telah mendahului,” ujar Kiai Azaim.

Lebih lanjut, suami Ning Sari ini menegaskan pentingnya mengingat dedikasi para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia.“Sesekali kita perlu menyanyikan lagu Indonesia Raya secara utuh. Dalam bait-bait yang jarang dinyanyikan itu, ada makna doa yang dalam. Jika bagian itu dilupakan, seakan-akan ada serpihan sejarah bangsa yang juga ikut terabaikan,” jelas cucu dari KHR. As’ad Syamsul Arifin itu.

Kiai Azaim juga mengutip bait ketiga lagu Indonesia Raya, yang menurutnya mengandung pesan penting. “Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi, marilah kita berjanji, Indonesia abadi. Selamatlah rakyatnya, putranya, pulaunya, lautnya, semuanya. Sayangnya, penggalan ini nyaris sirna dari ingatan bangsa, karena jarang dibaca dan dinyanyikan. Semoga dengan meneladani jasa para pahlawan, kita bisa menghidupkan kembali semangat untuk merawat negeri ini dengan lebih baik,” ujar beliau.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengingat pesan-pesan luhur para pejuang.“Tausiah Kiai Azaim mengajak kita semua untuk tetap berada ‘on the track’, sesuai dengan cita-cita dan nilai-nilai yang telah diwariskan para pejuang kemerdekaan. Mereka telah mengantarkan kita ke pintu gerbang kemerdekaan. Sekarang tugas kita adalah menjaga dan melanjutkannya,” kata Mas Rio. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#HUT RI 17 Agustus 2025 #KH Azaim Ibrahimy #Selawat #Bupati Rio