Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Dawuh Kiai As’ad Terbukti? Bandara KASA Asembagus Disiapkan untuk Umrah & Haji dari Situbondo!

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 28 November 2025 | 02:49 WIB
PROSES: Hasil galian alat berat di lokasi pembangunan latihan militer dan bendara, di Pantai Banongan Desa Wiringin Kecamatan Asembagus, Situbondo, Rabu (26/11).
PROSES: Hasil galian alat berat di lokasi pembangunan latihan militer dan bendara, di Pantai Banongan Desa Wiringin Kecamatan Asembagus, Situbondo, Rabu (26/11).

RADARSITUBONDO.ID - Pembangunan bandara militer di kawasan Pantai Banongan, Desa Wringin, Kecamatan Asembagus, Situbondo, ternyata memiliki landasan historis dan spiritual.

Hal itu disampaikan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, setelah menerima kedatangan dua tokoh agama, belum lama ini.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menceritakan, setelah pemerintah daerah menetapkan nama bandara sebagai Bandara Kiai As'ad Syamsul Arifin (KASA), ia kedatangan seorang kiai alumni Pondok Pesantren Sidogiri.

Dalam pertemuan itu, sang kiai tiba-tiba menyampaikan bahwa dawuh KH. As’ad tempo dulu menyebut Situbondo kelak akan memiliki bandara.

"Tadi malam ada tamu kiai alumni Sidogiri yang tiba-tiba mengatakan bahwa dawuh Kiai As’ad tempo dulu menyebut Situbondo akan memiliki bandara,” ujarnya.

Mas Rio mengaku tidak mengetahui sebelumnya tentang dawuh tersebut.

Sehingga merasa terharu dan bersyukur karena dawuh itu kini terwujud, mengingat pembangunan bandara sudah mulai dikerjakan.

"Alhamdulillah, kalau memang itu dawuh beliau pada waktu itu, sekarang jelas sudah mulai terkabul,” tambahnya.

Mas Rio juga menyampaikan bahwa pada 5 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Situbondo akan menggelar pengajian dan tasyakuran di lokasi pembangunan Bandara Kiai As’ad.

"Kami akan mengundang dua tokoh, yakni dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan Pondok Pesantren Wali Songo,” katanya.

Selain itu, pemerintah berharap pesawat berbadan besar seperti Airbus dan Boeing nantinya dapat beroperasi di bandara tersebut.

Jika runway mencapai panjang 2.500 meter, keberangkatan umrah dan haji dari Situbondo diprediksi dapat terwujud.

"Kalau landasan pacu 2.500 meter dan pesawat Airbus serta Boeing bisa beroperasi, maka keberangkatan umrah dan haji dapat melalui Situbondo,” ungkapnya.

Mas Rio juga menjelaskan bahwa Pemkab Situbondo telah menghibahkan lahan seluas 306 hektare kepada Kementerian Pertahanan untuk kepentingan pertahanan negara sekaligus pembangunan bandara.

Ia meminta agar material pembangunan dan tenaga kerja melibatkan warga lokal.

"Nilai total investasi untuk kegiatan pertahanan negara sekaligus pembangunan Bandara Kiai As’ad mencapai sekitar Rp 1,7 triliun. Saya ingin uang itu berputar di Situbondo dengan mempekerjakan warga lokal dan menggunakan material dari Situbondo,” tegasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #KH As'ad Syamsul Arifin #bandara KASA