RADARSITUBONDO.ID – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dharma Kartika masih tertahan di dermaga Pelabuhan Jangkar, Kecamatan Jangkar, sejak Sabtu (10/1). Armada tersebut belum mendapatkan izin berlayar akibat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi. Leyanan penyeberangan lintas Situbondo–Madura terpaksa tidak dioperasikan sampai cuaca bersahabat.
Penundaan izin berlayar KMP Dharma Kartika yang sudah tiga hari tertahan di Pelabuhan Jangkar tersebut disebabkan kondisi cuaca yang belum bersahabat. Gelombang di Perairan Laut Sumenep (Madura) mencapai sekitar 3,5 meter, sehingga aktivitas pelayaran harus ditunda hingga cuaca benar-benar membaik.
“Sesuai informasi dari KSOP di Kabupaten Sumenep, cuaca masih kurang bagus, dengan gelombang tinggi dan angin kencang. Kondisi ini rawan untuk dilayari angkutan penyeberangan dengan GT-250 seperti KMP Dharma Kartika,” kata Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Abdul Hamid.
Menurut Hamid, sesuai jadwal, KMP Dharma Kartika seharusnya bertolak dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Kalianget dan Pelabuhan Raas, Kabupaten Sumenep, pada pukul 08.00 WIB (12/01). Namun, karena risiko akibat cuaca buruk, aktivitas pelayaran tersebut ditunda. “Tidak hanya KMP Dharma Kartika yang tertahan, KMP Wicitra Dharma I juga tertahan di Pulau Sapudi karena cuaca buruk dan masih menunggu hingga kondisi membaik,” ujarnya.
Sementara itu, untuk penyeberangan rute Jangkar (Situbondo) menuju Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (NTB), KMP Trimas Laila sudah diizinkan berlayar pada Sabtu (10/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Padahal, kapal feri dengan GT-3.000 tersebut sempat diperkirakan akan tertahan karena cuaca. “Tadi malam kami mendapatkan informasi terbaru dari KSOP Lembar terkait kondisi cuaca, sehingga kapal diberikan izin berlayar,” tambahnya.
Abdul Hamid menambahkan, hingga saat ini terdapat dua kapal feri yang bersandar di dermaga Pelabuhan Jangkar, yakni KMP Dharma Kartika dan KMP Munggiyango Hulalo. “KMP Munggiyango Hulalo yang berlayar dari Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, hari ini (kemarin) tiba di Pelabuhan Jangkar. Kapal tersebut diizinkan berlayar karena memiliki GT lebih dari seribu,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono