RADARSITUBONDO.ID – Angin puting beliung menerjang Dusun Krajan Pesisir, Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, Selasa (13/1) dini hari. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 16 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu wilayah pesisir Mlandingan diguyur hujan gerimis disertai angin kencang.
Tiba-tiba, hembusan angin semakin kuat hingga membentuk puting beliung yang merusak sejumlah atap rumah warga. Genteng dan asbes beterbangan terbawa angin dan berjatuhan ke tanah.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, warga mengaku khawatir akan adanya potensi bencana susulan, sehingga diminta untuk tetap waspada.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 16 rumah terdampak akibat angin kencang di wilayah Mlandingan,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Sruwi Hartatno, Rabu (14/1).
Sruwi menjelaskan, satu rumah mengalami rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan 12 rumah lainnya rusak ringan. Besaran kerugian masing-masing rumah bervariasi, tergantung tingkat kerusakan. “Di antaranya 12 rumah rusak ringan, tiga rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak berat,” imbuhnya.
Menurutnya, kerusakan terparah dialami salah satu warga RT 002 RW 001, yakni rumah milik Rasul. Atap asbes rumah tersebut ambruk akibat terpaan angin, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp3,5 juta. Sementara rumah lainnya rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap, dengan taksiran kerugian antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Sruwi menambahkan, hujan yang disertai angin kencang kerap terjadi, terutama di wilayah pesisir yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
“Diperkirakan Situbondo masih akan menghadapi cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang hingga Februari mendatang. Karena itu, masyarakat harus tetap waspada,” ujarnya.
Tim Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan, asesmen awal, serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari TNI hingga relawan. “Kami sudah melakukan kaji cepat dan saat ini masuk tahap Jitupasna (pengkajian pasca bencana). Kebutuhan logistik akan segera disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak,” jelasnya.
Sruwi juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Situbondo. “Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama terhadap angin kencang dan hujan deras yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono