Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Cuaca Ekstrem Tak Kunjung Reda, BPBD Situbondo Tetapkan Siaga Bencana hingga Maret

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 2 Februari 2026 | 20:13 WIB
CUACA EKSTREM: Kendaraan besar melintas di tengah kota Situbondo saat hujan deras, belum lama ini.
CUACA EKSTREM: Kendaraan besar melintas di tengah kota Situbondo saat hujan deras, belum lama ini.

RADARSITUBONDO.ID - Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Situbondo. Kondisi tersebut diprediksi berlangsung hingga bulan Maret 2026, bukan Februari seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini ditandai dengan intensitas hujan yang masih tinggi, disertai angin kencang serta gelombang besar di wilayah pesisir.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif. Termasuk peningkatan curah hujan dengan intensitas tinggi. Dampaknya, sejumlah wilayah rawan mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga pohon tumbang yang menimpa rumah warga.

Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo menetapkan status siaga cuaca ekstrem hingga bulan Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kondisi cuaca ekstrem atau siaga bencana ini sampai bulan Maret. Biasanya sampai Februari, namun berdasarkan data BMKG, tahun ini berpotensi hingga Maret,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Situbondo, Timbul Surjanto, Senin (2/2).

Menurutnya, hingga saat ini BPBD terus memperbarui perkembangan data dari BMKG terkait kondisi cuaca. Sehingga, dapat melakukan langkah antisipasi terhadap lokasi-lokasi rawan bencana, seperti banjir dan tanah longsor. “Terus dilakukan antisipasi cuaca ekstrem. Biasanya Situbondo mengalami cuaca ekstrem sampai Februari, namun sekarang diprediksi sampai bulan Maret,” jelasnya.

Timbul mengatakan, daerah rawan banjir dan longsor berpotensi kembali terdampak mengingat curah hujan tinggi terjadi dalam durasi panjang. Seperti kejadian banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir susulan. “Itu berdasarkan data dan surat keputusan, namun cuaca tidak bisa diprediksi secara pasti. Karena itu masyarakat tetap harus waspada,” bebernya.

Dia juga menekankan bahwa pemerintah daerah memastikan kesiapan personel, peralatan, serta posko siaga bencana guna memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana. “Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang terkait perkembangan cuaca ke depan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, memangkas pohon yang berpotensi tumbang, serta memastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung lama, warga diminta segera mengamankan diri,” tegas Timbul. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#bmkg #hujan dan angin #cuaca ekstrem