Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Miris! Gelora Situbondo Terancam Mangkrak, Tahun 2026 Masih Belum Bisa Difungsikan

Moh Humaidi Hidayatullah • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:23 WIB
DITUMBUHI RUMPUT: Bangunan Gelora Situbondo (GS) hingga saat ini belum seratus persen rampung dikerjakan, sehingga belum dapat difungsikan.
DITUMBUHI RUMPUT: Bangunan Gelora Situbondo (GS) hingga saat ini belum seratus persen rampung dikerjakan, sehingga belum dapat difungsikan.

RADARSITUBONDO.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (PUPP) Situbondo, Abdul Kadir, mengaku belum mengetahui secara pasti kapan Gelora Situbondo akan difungsikan. Pasalnya, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan, baik dari sisi fisik maupun kelengkapan administrasi, termasuk sertifikat laik fungsi.

Kadir menjelaskan, di tahun 2026 pun, kemungkinan besar bangunan yang dibangun masa pemerintahan Bupati Karna Suswandi ini masih belum bisa difungsikan. “Karena masih banyak yang perlu diperbaiki, seperti pagar dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar pria yang akrab dipanggil Kadir tersebut.

Dia menambahkan, beberapa fasilitas luar seperti gerbang dan area parkir juga belum dikerjakan. Menurutnya, kondisi tersebut belum memungkinkan jika bangunan dipaksakan untuk digunakan. “Kalau di dalam gedung sebenarnya sudah siap. Namun fasilitas di luar itu yang belum, karena masih belum diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga mempertanyakan kapan Gelora Situbondo (GS) di Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, akan mulai difungsikan. Pasalnya, fasilitas olahraga yang digadang-gadang menjadi ikon baru Situbondo tersebut hingga kini belum dimanfaatkan.  Progres pembangunannya kini telah mencapai sekitar 70 persen.

Gelora Situbondo sejatinya diharapkan sudah bisa digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga maupun aktivitas lainnya. Namun hingga saat ini, akses menuju lokasi masih terbatas. “Sebagai masyarakat, kami mempertanyakan hasil pembangunan fisik di daerah yang secara peruntukan disebut sebagai Gedung Olahraga (GOR),” kata Rengga, salah seorang warga, Kamis (5/2).

Dia menambahkan, selain sebagai sarana olahraga, warga berharap Gelora Situbondo juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, kepemudaan, hingga event berskala daerah yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun menurutnya, bentuk dan fungsi bangunan di lapangan justru belum mencerminkan sebuah gedung olahraga.

“Bangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah itu justru terlihat kurang elok dipandang. Terlebih, bangunan tersebut terbilang lama tidak difungsikan, sehingga terkesan tidak terawat,” imbuhnya.

Rengga menilai, secara visual Gelora Situbondo lebih menyerupai gedung perkantoran atau bioskop dibandingkan sarana olahraga. “Bangunan yang belum genap dua tahun selesai, sudah tampak lusuh dan mengalami perubahan di beberapa bagian. Atap atau seng mulai berubah warna, sehingga kesannya seperti gedung tua,” bebernya.

Menurutnya, pembangunan fisik yang dibiayai dari anggaran publik seharusnya menghasilkan bangunan yang layak, fungsional, dan berkualitas. Bukan sekedar berdiri secara fisik namun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dia berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan kepada publik terkait kendala yang menyebabkan Gelora Situbondo belum difungsikan, termasuk kepastian waktu peresmian. “Warga berharap fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar tersebut tidak mangkrak dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Situbondo,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#Gelora Situbondo #Pemkab Situbondo