RADARSITUBONDO.ID — Traffic light di perempatan Kecamatan Kapongan, Situbondo sudah hampir dua pekan tidak berfungsi. Warga meminta agar segera diperbaiki karena berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi para pengguna jalan.
Menurut warga, perempatan Kapongan merupakan jalur yang sangat ramai dilalui kendaraan dan pejalan kaki. Namun sekitar 14 hari terakhir, belum juga ada perbaikan. Akibatnya, warga terpaksa menyeberang jalan hanya mengandalkan insting dan kehati-hatian.
“Perempatan seperti ini wajib ada lampu merah. Kalau rusak, seharusnya segera diperbaiki. Tapi sampai sekarang masih mati,” kata Yono, salah seorang warga yang melintas di kawasan tersebut, Senin (9/2).
Dia menambahkan, warga yang melintas dari arah selatan menuju utara maupun sebaliknya harus menunggu di bibir jalan utama untuk bisa menyeberang. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko. “Sudah lama lampunya mati. Orang yang mau menyeberang harus ke pinggir jalan dan itu berbahaya,” tambahnya.
Dia juga menyayangkan perbaikan sering kali baru dilakukan setelah terjadi kecelakaan. Padahal, menurutnya, keselamatan pengguna jalan seharusnya menjadi prioritas. “Biasanya kalau sudah ada korban baru diperbaiki. Masak harus menunggu korban dulu? Kemarin hampir saja ada orang terseruduk sepeda motor gara-gara lampu mati,” jelasnya.
Yono mengungkapkan, perempatan tersebut sejak dulu dikenal rawan kecelakaan. Itulah sebabnya lampu lalu lintas dipasang. Namun jika tidak berfungsi, dikhawatirkan kejadian serupa akan terulang kembali. “Apalagi malam hari, lampu penerangan jalan juga mati. Ditambah lampu merah tidak berfungsi, jelas sangat berbahaya,” ujarnya.
Dia berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan tanpa harus menunggu adanya korban kecelakaan. Mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama penghubung Kapongan bagian utara dan selatan. “Semoga segera diperbaiki, jangan sampai memakan korban seperti cerita warga selama ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Dishub Situbondo, Nugroho, enggan memberikan komentar. Saat dihubungi melalui telepon, panggilan pertama sempat diangkat, namun belum sempat memberikan keterangan, sambungan terputus katanya karena kehabisan baterai.
Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak mendapat respons. Bahkan, saat dihubungi kembali melalui telepon, yang bersangkutan tidak mengangkat panggilan meski WhatsApp terlihat aktif dengan notifikasi berdering. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono