RADARSITUBONDO.ID - Dapur milik Musdalifah, 52, warga Dusun Krajan, Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki, Situbondo roboh, Rabu (11/2). Ini setelah sebelumnya hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah setempat sekitar pukul 09.00 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriono mengatakan rumah yang terdampak angin kencang tersebut milik Musdalifah, 52, warga Dusun Krajan RT 002 RW 003, Desa Widoropayung, Kecamatan Besuki. “Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun, bagian dapur rumah korban ambruk ke tanah,” kata Puriono.
Dia menambahkan, saat kejadian korban berada di dalam rumah. Beruntung, pemilik rumah sempat menyelamatkan diri karena bagian yang ambruk berada di dapur. “Korban berhasil melarikan diri keluar rumah setelah mendengar suara gemuruh dari belakang. Ternyata dapur miliknya sudah rata dengan tanah,” jelasnya.
Puriono menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun, cuaca ekstrem terjadi sejak pagi hari sehingga memicu kerusakan pada bagian dapur rumah. Selain itu, kondisi kayu bangunan yang sudah rapuh diduga turut menjadi penyebab bangunan tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
“Bangunan dapur yang semi permanen berukuran 12 x 6 meter dengan tinggi sekitar 3 meter dilaporkan mengalami rusak total,” ujarnya.
Setelah menerima laporan dari warga, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan pihak terkait serta membantu membersihkan puing-puing bangunan. “Petugas Pusdalops dan TRC BPBD langsung melakukan peninjauan lokasi untuk kaji cepat terkait kerusakan dan kebutuhan korban,” terangnya.
Puriono mencatat tidak ada korban meninggal maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Saat ini BPBD masih melakukan tahap Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) serta menyiapkan penyaluran bantuan logistik bagi korban terdampak. “Total kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp 20 juta,” ujarnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo.
“Hujan dan angin kencang dengan intensitas tinggi diperkirakan masih berlangsung hingga Maret mendatang. Jadi, warga Situbondo diharapkan tetap waspada,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono