Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Jelang Ramadan, Tradisi Meriam Spirtus Seldung Kembali Marak di Situbondo, Aman dan Digemari Anak-Anak

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:00 WIB
BERMAIN: Anak-anak memegang meriam spiritus atau selodong di area persawahan Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Rabu (17/2).
BERMAIN: Anak-anak memegang meriam spiritus atau selodong di area persawahan Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo, Rabu (17/2).

RADARSITUBONDO.ID - Meriam sepirtus atau seldung kembali marak dimainkan anak-anak di sejumlah tempat Situbondo. Salah satu jenis permainan tradisional ini memang kerap muncul menjelang bulan suci Ramadan seperti saat ini.

Selain dimainkan di area persawahan, sejumlah anak berusia antara sepuluh hingga 14 tahun juga bermain meriam sepirtus di sepanjang sungai maupun tempat lain yang biasa dijadikan lokasi bermain. Seldung ini menghasilkan suara ledakan keras menyerupai meriam sungguhan.

Menjelang bulan suci Ramadan, anak-anak di Situbondo memiliki tradisi sendiri di kalangannya. Yaitu bermain meriam spirtus  atau seldung. Mereka membuatnya dari kaleng bekas susu yang disusun, dilem, lalu setiap sambungan ditutup menggunakan isolasi. “Pada bulan Ramadan saya bersama teman-teman bermain seldung sambil menunggu waktu berbuka puasa. Kalau sekarang hanya untuk hiburan saja,” ujar Farhan, 13, saat bermain seldung di areal persawahan Kelurahan Dawuhan, Situbondo.

Sebagian anak juga membuat meriam spirtus menggunakan pipa paralon bekas, bukan hanya kaleng. Alat pemicunya memakai magnet korek api, sedangkan suara dentuman berasal dari cairan spirtus. “Tradisi bermain meriam spirtus ini bukan sekadar hiburan, sekaligus kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Riski, 11. Ia mengatakan saat Ramadan areal persawahan dan pinggir sungai di Kota Situbondo dipastikan dipadati anak-anak yang bermain seldung. “Biasanya teman-teman bermain sore hari menjelang berbuka puasa sambil menunggu waktu berbuka,” bebernya.

Dia mengaku cukup gembira memainkan seldung karena tidak terlalu berbahaya seperti petasan. “Ini tidak berbahaya seperti petasan, jadi lebih aman dan hanya sebagai pengganti saja,” ujarnya.

Sementara itu, Aldo Maulana, 15, warga Kelurahan Dawuhan, mengungkapkan awalnya ia membuat seldung untuk dipakai sendiri. Namun setelah teman sekolah mengetahui ia bisa membuatnya, banyak yang memesan. “Kalau bahannya lengkap, seperti kaleng bekas, setiap hari saya bisa membuat lima seldung. Saya jual seharga Rp 25 ribu,” kata Aldo.

Menurut dia, cara pembuatannya cukup sederhana asalkan bahan tersedia, seperti kaleng bekas susu atau paralon. Magnet diambil dari korek api lalu dirakit hingga menyerupai meriam yang disemprot spirtus. “Kalau saya membuat seldung menggunakan kaleng susu bekas dan botol air mineral bekas,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#mainan anak #ramadan #meriam