Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kakek 74 Tahun Ditemukan Mengapung di Sungai Bangeran, Warga Banyuputih Geger, Korban Diduga Meninggal Saat Mandi

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 9 Maret 2026 | 20:35 WIB

Jenzah Sujak, 74, ditemukan mengapung di aliran sungai Bangeran, perbatasan Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Senin (9/3).
Jenzah Sujak, 74, ditemukan mengapung di aliran sungai Bangeran, perbatasan Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Senin (9/3).

RADARSITUBONDO.ID - Jenzah Sujak, 74, ditemukan mengapung di aliran sungai Bangeran, perbatasan Desa Sumberejo dan Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Senin (9/3). Korban meninggal dengan keadaan telanjang. Diduga penyakitnya kambuh saat mandi.

Salah satu warga menemukan jenazah dengan posisi telungkup di aliran sungai sekitar pukul 7.00. Selanjutnya langsung diinfokan kepada anggota Polsek Banyuputih melalui staf trantib Kecamatan Banyuputih.

“Orang yang nemukan pertama langsung ngasi kabar kepada staf trantib kecamatan, terus dilaporkan ke polisi,” ujar Nanik, salah satu tetangga alm. Sujak.

Kata dia, Sujak ditemukan meninggal dalam kondisi telanjang di aliran sungai. Sedangkan baju dan sarung berada di pinggir jalan. Diduga kuat meninggal pada saat mandi di tengah sungai, entah karena kecelakaan atau penyakit kambuh saat mandi.

“Tidak tahu juga kenapa bisa mati di sungai, mungkin karena penyakit atau jatuh saat mandi,” ujar Nanik.

Kata dia, saat banyak orang yang menyaksikan, Rudi selaku menantu dari Sujak langsung bertindak. Rudi turun ke sungai mengevakuasi jenazah Sujak dari sungai ke pinggir sungai.

“Yang ngangkat dari bawah sungai hingga ke pinggir jalan ya menantunya. Habis itu dijemput ambulance,” kata Nanik.

Kapolsek Banyuputih, AKP H. Hasan Bisri mengatakan Sujak telah berada di rumah duka. Keluarga mengajukan keberatan untuk melakukan verifikasi mayat (VER) dan otopsi. Mereka juga akan memberikan surat pernyataan terkait hal tersebut.

“Pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, keluarga menganggap sujak meninggal akibat takdir. Pihak keluarga juga sudah mebuat surat pernyataan tidak menuntut siapapun atas meninggalnya sujak,” pungkas AKP Hasan. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#orang hanyut #bpbd situbondo