RADARSITUBONDO.ID - Tohari, warga Dusun Krajan, Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng, yang dikabarkan dihanyut banjir Sabtu lalu (7/3) sudah ditemukan. Pria 44 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazahnya nyangkut di pohon yang tumbuh di pinggir aliran Sungai Lubawang, Desa Bloro Kecamatan Besuki.
Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, mayat ditemukan oleh salah satu warga yang melintas di pinggir Sungai Lubawang, Selasa lalu (10/3) pukul 16.45. Nyangkut di tumpukan sampah yang menyangkut ke pohon besar.
“Warga yang melihat pertama kali langsung lari ke pemukiman memanggil orang-orang setempat. Selanjutnya masyarakat laporan ke pemerintah Desa dan Forkopinca Banyuglugur,” tegas Puriyono Rabu (11/3).
Kata dia, mayat yang berada di pinggir sungai baru dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Mayat langsung dimasukkan dalam kantong mayat dan dibawa ke RSUD Besuki dengan mengunakan mobil Tagana Rescue bernopol B 9675 PSC.
“Pukul 17.45 mayat masuk kamar jenazah RSUD Besuki untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga mayat yang sudah tidak dikenal jenis kelaminnya diketahui bernama Tohari. Yaitu korban yang dihanyut banjir saat pulang mencari rumput,” imbuh Puriyono.
Mayat yang sudah diketahui identitasnya langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di rumah duka. Yang pasti mayat sudah dimandikan di RSUD dan saat tiba di rumah duka bisa langsung dimakamkan.
“Pihak keluarga dan Kepala Desa Patemon menerangkan bahwa ciri-ciri mayat betul atas nama Bapak Tohari dan pihak keluarga menerima atas musibah tersebut dan membuat surat pernyataan tidak menyalahkan siapapun,” pungkas Puriyono. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono