RADARSITUBONDO.ID - Pertarungan Monkey D. Luffy melawan Nerona Imu di Elbaf memperkenalkan ancaman baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan dalam One Piece. Setelah diperkenalkan dalam Chapter 1180, kemampuan bernama Omen terus menunjukkan daya hancur yang sulit ditandingi.
Puncaknya terlihat dalam Chapter 1188 yang dirilis pada 12 Juli 2026. Dalam chapter tersebut, Imu menggunakan senjata bernama Blade of Nothingness: Vohu untuk menusuk Luffy hingga menembus tubuhnya. Momen itu memperlihatkan bahwa kekuatan Imu mampu menekan Luffy bahkan ketika sang kapten Topi Jerami menggunakan kekuatan Gear 5.
Karena itu, muncul pertanyaan besar: apakah Omen merupakan sistem kekuatan yang memang berada di atas Haki dan Devil Fruit?
Jawabannya belum bisa disebut sebagai konfirmasi resmi. Namun, sejumlah perkembangan di Elbaf membuat teori tersebut semakin sulit diabaikan.
Baca Juga: Petunjuk Ini Bikin Biblo Dicurigai sebagai Sekutu Joy Boy, Oda Diam-Diam Sudah Memberi Tanda
Omen pertama kali diperlihatkan saat Imu tiba di Elbaf
Omen mulai menjadi perhatian ketika Imu turun ke Elbaf dalam Chapter 1180. Dalam perkembangan awal tersebut, Imu memberikan lingkaran api hitam kepada Saint Sommers. Kekuatan itu kemudian digunakan untuk memperkuat pihak-pihak yang berada di bawah pengaruh Imu.
Kemunculannya langsung menunjukkan bahwa Imu memiliki jenis kemampuan yang berbeda dari kekuatan tempur yang selama ini dikenal pembaca. Hal tersebut menjadi semakin jelas pada Chapter 1181.
Dalam chapter tersebut, Imu menjelaskan Omen sebagai kekuatan yang berada di dalam segala sesuatu. Ia menyebutnya sebagai bagian dari kekuatan militernya. Imu juga memperlihatkan bagaimana kemampuan tersebut dapat digunakan untuk menghadapi Loki dan bahkan meningkatkan ukuran tubuhnya.
Konsep tersebut membuat Omen menarik karena sekilas memiliki kemiripan dengan Haki.
Haki juga merupakan kekuatan yang tidak bergantung pada Devil Fruit dan dapat digunakan oleh manusia dengan kemampuan tertentu. Bedanya, Omen sejauh ini diperlihatkan dalam bentuk dan mekanisme yang jauh lebih misterius.
Imu memperlihatkan Omen melawan Loki
Salah satu bukti terbesar mengenai kemampuan Omen datang dari pertarungan Imu dengan Loki.
Loki menyerang menggunakan Ragnir, tetapi Imu mampu menahan serangannya dengan Omen. Imu kemudian menggunakan Omen untuk memperbesar tubuhnya sehingga mampu menghadapi Loki secara langsung.
Yang menarik, Imu tidak hanya menggunakan Omen sebagai lapisan pertahanan. Ia juga membentuk senjata dan serangan dari kekuatan tersebut.
Dalam Chapter 1181, Imu bahkan menciptakan Sword of Judgement: Nemesis dari api hitam dan menggunakannya untuk menyerang Loki. Imu kemudian menawarkan Loki "kekuatan dewa", tetapi Loki menolaknya.
Adegan tersebut memberikan gambaran bahwa Omen bukan sekadar teknik tambahan. Kekuatan ini tampaknya dapat digunakan untuk memperkuat tubuh, bertahan dari serangan, sekaligus menghasilkan serangan ofensif.
Vohu menjadi bukti paling mengerikan
Namun, perkembangan paling mengejutkan terjadi dalam Chapter 1188. Chapter tersebut berjudul "Vohu", sama dengan nama senjata yang digunakan Imu dalam pertarungan melawan Luffy. VIZ mencatat Chapter 1188 dirilis pada 12 Juli 2026.
Vohu diperlihatkan sebagai pedang yang memiliki efek berbeda dibandingkan serangan Imu sebelumnya. Ketika senjata tersebut muncul, pepohonan di sekitar Imu tampak mengering. Efek ini membuat Vohu terasa bukan seperti pedang biasa, melainkan senjata yang memiliki karakteristik kekuatan tersendiri. Kemudian Imu menggunakan Vohu untuk menusuk Luffy.
Serangan tersebut menjadi salah satu momen paling brutal dalam konflik Elbaf karena Luffy sedang menggunakan kekuatan Nika ketika serangan itu terjadi. Yang lebih menarik adalah komentar Imu setelah melihat kondisi Luffy. Imu menyatakan bahwa Luffy bukan Joy Boy dan menegaskan bahwa Joy Boy tidak selemah itu.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Imu memiliki pengetahuan langsung mengenai Joy Boy sekaligus memperlihatkan betapa tinggi standar kekuatan yang ia gunakan untuk membandingkan Luffy dengan sosok dari masa lalu.
Omen belum terbukti secara mutlak lebih kuat dari Haki
Di sinilah klaim dalam draf awal perlu diperhalus. Menyebut bahwa "One Piece secara resmi mengonfirmasi Omen lebih kuat daripada Devil Fruit dan Haki" terlalu absolut.
Manga memang telah memperlihatkan Imu menggunakan Omen untuk menghadapi Loki dan kemudian menggunakan kekuatan yang berkaitan dengannya untuk mengalahkan Luffy.
Namun, belum ada pernyataan eksplisit dari Eiichiro Oda yang menyebut bahwa Omen secara hierarki berada di atas seluruh jenis Haki atau seluruh Devil Fruit.
Tapi yang jelas, Omen telah menunjukkan kemampuan untuk mengatasi atau menekan kekuatan tingkat tinggi yang digunakan oleh karakter seperti Loki dan Luffy. Perbedaan ini penting.
Sebab, dunia One Piece memiliki banyak variasi Haki dan Devil Fruit. Belum semua kemampuan tersebut pernah berhadapan langsung dengan Omen.
Jadi, lebih tepat menyebut Omen sebagai sistem kekuatan yang berpotensi berada di atas kemampuan yang selama ini dikenal, bukan sebagai kekuatan yang sudah resmi menjadi yang terkuat.
Omen memiliki kesamaan dengan konsep Haki
Salah satu alasan Omen terasa seperti sistem kekuatan baru adalah penjelasan Imu mengenai asal kekuatannya. Imu menyebut Omen sebagai kekuatan yang berada dalam segala sesuatu.
Konsep tersebut mengingatkan pada penjelasan mengenai Haki, yang juga merupakan kekuatan yang dapat dimiliki makhluk hidup. Namun, Omen tampaknya mempunyai mekanisme berbeda.
Haki selama ini terbagi menjadi tiga bentuk utama, yaitu Kenbunshoku, Busoshoku, dan Haoshoku. Penggunaannya juga sangat bergantung pada kemampuan dan penguasaan masing-masing karakter.
Omen sejauh ini diperlihatkan melalui kekuatan Imu dan karakter-karakter yang memperoleh pengaruh atau kekuatan darinya.
Dengan kata lain, Omen mungkin bukan sekadar versi lain dari Haki, melainkan bagian dari sistem kekuatan yang lebih besar yang berkaitan dengan Imu dan kekuatan "Domination".
Chapter 1181 memberikan petunjuk penting mengenai konsep tersebut. Imu mengaitkan kekuatannya dengan tiga unsur, yaitu Corruption, Covenants, dan Omen, yang menjadi dasar dari kekuatan Domination.
Holy Knights dan Five Elders berpotensi menjadi pengguna Omen
Jika Omen memang dapat diberikan atau digunakan melalui pengaruh Imu, dampaknya terhadap Final War bisa sangat besar.
Saint Sommers dan Saint Killingham telah diperlihatkan menggunakan kekuatan yang berkaitan dengan Omen. Keduanya juga terlibat dalam pertarungan melawan anggota Topi Jerami.
Hal ini membuka kemungkinan bahwa Omen tidak akan berhenti pada Imu. Jika kemampuan tersebut dapat diperluas kepada lebih banyak bawahannya, maka Five Elders dan Holy Knights bisa menjadi ancaman yang jauh lebih besar dalam perang terakhir.
Ini bukan sekadar peningkatan kekuatan satu karakter. Jika teori tersebut benar, Omen dapat menjadi sistem kekuatan yang memperkuat kelompok utama Pemerintah Dunia secara keseluruhan.
Dan itu bisa menjelaskan mengapa Imu tidak hanya bertarung menggunakan kekuatannya sendiri.
Apakah Omen akan muncul di pihak Topi Jerami?
Bagian ini masih berada pada wilayah teori. Beberapa anggota Topi Jerami memiliki kemampuan atau transformasi yang berkaitan dengan tema iblis.
Zoro memiliki Ashura, Sanji memiliki Ifrit Jambe, sedangkan Nico Robin memiliki Demonio Fleur. Ketiganya mempunyai hubungan yang cukup jelas dengan simbolisme "iblis".
Karena Omen sendiri diperlihatkan melalui kekuatan Imu yang berkaitan dengan konsep demon dan Domination, bukan tidak mungkin Oda suatu saat memperluas konsep tersebut kepada karakter lain.
Namun, belum ada konfirmasi bahwa Zoro, Sanji, Robin, atau anggota Topi Jerami lainnya dapat menggunakan Omen. Karena itu, kemungkinan tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai teori untuk perkembangan Final War.
Zoro, Sanji, dan Robin punya peluang menarik
Jika Omen ternyata bukan kekuatan eksklusif Imu, ketiga karakter tersebut memiliki dasar naratif yang cukup menarik.
Zoro telah lama dikaitkan dengan konsep Ashura atau iblis. Sanji memiliki Ifrit Jambe yang menjadi salah satu bentuk kekuatan terkuatnya. Robin bahkan secara eksplisit menggunakan bentuk bernama Demonio Fleur.
Jika Oda ingin membuat perkembangan kekuatan yang berkaitan dengan konsep tersebut, ketiganya merupakan kandidat yang masuk akal. Tetapi ada perbedaan antara petunjuk naratif dan bukti.
Tidak ada konfirmasi bahwa simbolisme iblis pada ketiganya merupakan jalan menuju Omen. Karena itu, teori tersebut menarik untuk dibahas, tetapi belum dapat dianggap sebagai fakta cerita.
Chapter 1188 mengubah posisi Luffy dalam pertarungan
Kekalahan Luffy dari Imu juga mempunyai arti penting. Sebelum pertemuan langsung dengan Imu, Luffy telah berkembang menjadi salah satu karakter terkuat dalam dunia One Piece. Gear 5 memberinya kemampuan yang sangat berbeda dari pengguna Devil Fruit pada umumnya.
Namun, Imu tetap mampu menekannya. Puncaknya adalah ketika Vohu berhasil menembus tubuh Luffy. Momen ini tidak otomatis berarti Luffy tidak akan mampu bangkit. One Piece berkali-kali memperlihatkan Luffy kembali setelah mengalami kekalahan besar.
Tetapi dari sisi narasi, adegan tersebut berhasil menunjukkan bahwa Gear 5 belum cukup untuk membuat Luffy menguasai pertarungan melawan Imu. Hal itu bahkan ditegaskan melalui komentar Imu mengenai perbedaan kekuatan antara Luffy dan Joy Boy.
Omen bisa menjadi senjata utama Final War
Jika perkembangan di Elbaf terus bergerak ke arah yang sama, Omen kemungkinan akan menjadi salah satu elemen penting dalam Final War.
Imu sudah menunjukkan bahwa kemampuan tersebut dapat digunakan dalam berbagai bentuk. Ia dapat meningkatkan kekuatan fisik, membentuk senjata, bertahan dari serangan besar, dan menghasilkan serangan yang mampu melukai karakter sekuat Luffy.
Sementara itu, keberadaan Sommers dan Killingham menunjukkan bahwa kekuatan tersebut tidak sepenuhnya terbatas pada satu karakter.
Inilah yang membuat Omen berpotensi lebih berbahaya daripada sekadar teknik tempur baru. Jika Omen dapat digunakan oleh lebih banyak pihak, maka sistem kekuatan ini bisa mengubah keseimbangan perang terakhir.
Jadi, apakah Omen adalah kekuatan terkuat di One Piece?
Untuk saat ini, jawabannya masih belum bisa dipastikan. Namun, bukti yang sudah diperlihatkan Oda membuat Omen layak ditempatkan sebagai salah satu kekuatan paling berbahaya di Final Saga.
Omen telah digunakan Imu untuk menghadapi Loki, membentuk berbagai serangan, dan pada akhirnya mendukung penggunaan Vohu yang berhasil menusuk Luffy dalam Chapter 1188.
VIZ mencatat Chapter 1188 terbit pada 12 Juli 2026, sedangkan Chapter 1189 baru terbit pada 26 Juli 2026. Jadi, klaim dalam draf awal yang menempatkan adegan Luffy ditusuk Vohu di Chapter 1189 perlu dikoreksi.
Yang belum diketahui adalah batas sebenarnya dari Omen. Apakah kekuatan ini memang berada di atas seluruh bentuk Haki? Apakah Omen merupakan sistem kekuatan yang lebih tua dari Haki? Apakah pengguna lain bisa membangkitkannya tanpa bantuan Imu?
Dan yang paling menarik, apakah Luffy nantinya akan menemukan cara untuk menghadapi Omen tanpa harus memiliki kekuatan yang sama?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemungkinan akan menjadi bagian penting dari pertarungan menuju Final War. Untuk sekarang, satu hal sudah jelas: Imu tidak hanya memiliki kekuatan yang besar, tetapi juga memiliki sistem kekuatan yang membuat standar pertarungan di Final Saga kembali berubah.
Editor : Agung Sedana